Page 33 - PP 25 2021
P. 33
PRES!DEN
REPUBLIK INDONESIA
-^
-JC-
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Usaha jasa konsultansi
bidang lainnya yang secara langsung berkaitan dengan
Instalasi Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf e diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 35
(1) Usaha jasa pembangunan dan pemasangan Instalasi
Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31
ayat (1) huruf b diklasifikasikan dalam bidang:
a. Pembangkitan Tenaga Listrik;
b. Transmisi Tenaga Listrik;
c. Distribusi Tenaga Listrik;
d. Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik; dan
e. lainnya yang secara langsung berkaitan dengan
Instalasi Tenaga Listrik.
(2) Usaha jasa pembangunan dan pemasangan di bidang
Pembangkitan Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a diklasihkasikan dalam subbidang:
a. pembangkit listrik tenaga uap;
b. pembangkit listrik tenaga gas;
c. pembangkit listrik tenaga gas-uap;
d. pembangkit listrik tenaga Panas Bumi;
e. pembangkit listrik tenaga air;
f. pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan
menengah;
g. pembangkit listrik tenaga diesel;
h. pembangkit listrik tenaga mesin gas-uap;
i. pembangkit listrik tenaga nuklir;
j. pembangkit listrik tenaga surya;
k. pembangkit listrik tenaga b.y,r;
1. pembangkit listrik tenaga biomassa;
m. pembangkit listrik tenaga biogas;
n. pembangkit listrik tenaga sampah;
o. battery energA storage sgstem (BESS); dan
p. pembangkit listrik tenaga energi baru lainnya dan
tenaga energi terbarukan lainnya.
(3) Usaha jasa pembangunan dan pemasangan di bidang
Transmisi Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b diklasifikasikan dalam subbidang:
a. jaringan Transmisi Tenaga Listrik tegangan tinggi,
tegangan ekstra tinggi, dan/atau tegangan ultra
tinggi; dan
b. gardu induk.
(4) Usaha. . .
SK No 083683 A