Page 37 - Microsoft Word - 4b6c-5398-65dc-7a3f.docx
P. 37
hari akan menjadi penari utama dan terus berlanjut ke setiap
regenerasi berikutnya.
Setiap enam bulan sekali, yaitu pada Rerahinan Tumpek
Landep bertepatan dengan upacara Sesuhunan semua penari
melakukan upacara penyucian agar mendapatkan penyegaran
kekuatan atau taksu. Sehingga sehari setelahnya ketika
pementasan pertunjukan tari dilaksanakan, semua penari dapat
menyatu sepenuhnya dengan sosok Sesuhunan atau topeng yang
disakralkan tersebut. Semua penari melaksanakan kewajibannya
dengan sistem ngayah, dengan rasa pengabdian yang tulus, dan
keyakinan yang begitu kuat dari seluruh masyarakat Banjar
Kangin Desa Adat Panjer terhadap keberadaanNya. Secara
tradisional, bentuk tari tidak terpisahkan dari sebuah musik
pengiringnya. Keduanya bersumber dari dorongan atau naluri
ritmis manusia. Wujud ritme tari dapat dilihat dari geraknya dan
wujud musik dapat dilihat dari tatanan bunyi atau suara, kemudian
musik dalam hubungannya dengan tari adalah sebagai ritme dan
tempo, pencipta suasana, gaya dan bentuk, serta sebagai inspirasi
(Murgianto, 1986:31).

