Page 33 - MODUL AJAR FISIKA 2024-2025
P. 33

1.3.ATURAN ANGKA PENTING
                      Angka penting terdiri dari angka pasti dan angka taksiran. Angka pasti adalah angka yang
                   dapat dilihat atau dibaca pada skala alat ukur, sedangkan angka taksiran adalah angka yang
                   tidak dapat dilihat atau dibaca pada skala alat ukur. Angka taksiran ini merupakan angka
                   ketelitian alat ukur yang digunakan yang diperoleh dari ½ x skala terkecil alat ukur tersebut.

                      Berikut ini adalah contoh angka penting hasil pengukuran besaran panjang




















                      Dari contoh pengukuran di atas, angka 2,5 cm adalah angka pasti (terbaca oleh skala alat
                   ukur), 0,5 mm adalah angka taksiran (tidak terbaca skala oleh skala alat ukur) dan hasil pengukuran
                   (angka pasti + angka taksiran) 2,55 cm adalah angka penting. Jadi dalam hal ini jumlah angka
                   penting ada 3.
                      Aturan angka penting:
                   1.  Semua angka bukan nol adalah angka penting
                   2.  Semua angka nol yang terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting
                   3.  Angka  nol  di  sebelah  kanan  angka  bukan  nol tanpa  tanda  decimal  adalah  bukan  angka
                      penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah)
                   4.  Angka nol di sebelah kanan tanda decimal dan di sebelah kiri angka bukan nol adalah bukan
                      angka penting
                   5.  Semua angka disebelah kanan tanda decimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka
                      penting


               1.4.        NILAI KETIDAKPASTIAN PADA PENGUKURAN BERULANG
                      Fokus pembahasan kita adalah pentingnya teori  ketidakpastian dalam pengukuran, perbedaan
                   ketepatan  dan  ketelitian,  jenis-jenis  ketidakpastian,  ketidakpastian  mutlak  dan  relatif  dan  cara
                   melakukan  analisis  ketidakpastian  pada  pengukuran  tunggal  dan  pengukuran  berulang.
                   Ketidakpastian  biasa  juga  disebut  kesalahan.  Sehingga,  ketidakpastian  pengukuran  terkadang
                   disebutkan juga sebagai kesalahan pengukuran.
                      Hasil pengukuran merupakan hasil dari proses mengukur. Sementara mengukur adalah proses
                   membandingkan benda yang di ukur dengan alat ukur yang sesuai dan standar. Melalui pengukuran,
                   kita dapat memperoleh informasi baik berupa informasi kuantitatif maupun kualitatif. Informasi
                   inilah yang nantinya kita olah dan sajikan. Semua berawal dari pengukuran.


               Perhatikan gambar hasil pengukuran berikut!


               Menurut Anda, berapa kira-kira hasil pengukurannya? Apakah 3,6 cm, 3,60 cm, 3,62 cm, 3,63 cm, atau
               ada yang lainnya. Mana kira-kira yang benar?






                                                                                                                 25
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38