Page 88 - Sastra Anak Contoh E-Book
P. 88
Malam hari yang tidak bisa
diduga, cahaya bulan menerangi
pantai. Kilatan cahaya tampak
pada ombak yang mencapai
dataran pasir. Vivian dengan
rambut khasnya yang keriting
dan dikepang berjalan menyusuri
tepian pantai. Matanya terarah
ke lautan lepas.
“Suasana yang begitu tenang” ucapnya pada dirinya sendiri.
Belum puas menikmati pemandangan indah lautan di malam
hari, tiba-tiba Vivian terkejut. Ada cahaya berbentuk pintu
hanya berjarak satu meter di hadapannya. Cahaya berwarna
biru itu seolah-olah dibentuk dengan menggunakan penggaris.
Kedua sisi yang berdiri begitu tegak. Sementara dua garis yang
berada di bawah dan di atasnya tampak lebih pendek dengan
posisi melintang lurus.
Belum habis rasa kaget Vivian, riak
air laut yang tadinya tenang
berubah menjadi ombak ganas.
belum habis rasa kaget Vivian, riak
air laut yang tadinya tenang
berubah menjadi ombak ganas.
Suara bergemuruh menakutkan
menyertai setiap gulungan ombak.
Begitu derasnya aliran ombak itu sehingga tubuh Vivian terseret
ke tengah lautan. Vivian berusaha menyelamatkan diri dengan
menancapkan tangannya pada dataran pasir. Namun, tangannya
yang mungil tidak sebanding dengan tenaga arus laut yang begitu
deras. Vivian menyerah dan pingsan. Tubuhnya tertelan lautan
melalui cahaya biru berbentuk pintu.
84

