Page 23 - Savira Khairun Nisa_18033110_E-MODUL GO VALIDATION_Neat
P. 23
E-MODUL ALAT OPTIK KELAS XI SEMESTER II
2. Rabun dekat (hipermetropi)
Terjadi jika bayangan benda tidak
tepat jatuh di retina tetapi di belakang
retina, maka hal ini akan menyebabkan
mata tidak dapat melihat benda-benda
yang dekat dengan jelas.
Rabun dekat disebabkan oleh lensa
Gambar 8. Mata Hipermetropi
mata yang tidak dapat menebal ketika
Sumber: https://1.bp.blogspot.com
melihat benda pada jarak dekat. Untuk
mengatasi cacat mat aini digunakan kacamata dengan lensa cembung.
Mata rabun dekat mempunyai titik dekat
lebih besar dari 25 cm dan titik jauh di tak
hingga, kekuatan lensa kacamata yang
digunakan oleh penderita rabun dekat
dapat ditentukan denagn menggunakan
persamaan pembiasan lensa.
Gambar 9. Mata hipermetropi = +
dibantu lensa positif (cembung) ′
Sumber: https://1.bp.blogspot.com
1
Kita tahu bahwa = , dan untuk dapat melihat benda pada jarak baca
normal ( = 25 ), maka bayangan harus tepat berada di depan kacamata
pada jarak yang sama dengan titik dekat mata penderita rabun dekat
′
( = − ). Dengan demikian, kekuatan lensa untuk mengatasi rabun dekat
dapat dihitung dengan persamaan berikut.
1 1
= +
−
Jika dinyatakan dalam satuan cm, maka persamaan di atas dapat dituliskan
sebagai berikut.
100 100 100 100
= − atau = −
18