Page 2 - SKH Palangka Post Edisi 16 Desember 2019
P. 2
OPINI
SENIN, 16 DESEMBER 2019 02
Sekolah Tiga Hari
Penulis: Seto Mulyadi Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
ALAUPUN kita tahu betapa beratnya tuntu- lukis pada alinea-alinea awal pendidikan, bukan penyeko- lah bukanlah rentang waktu dengan homeschooling. Seiring dengan itu, peman-
Homeschooling sendiri mem-
tan kognitif-akademis yang sering dihadapi tulisan ini. Kebingungan publik lahan. ‘Tiga hari bersekolah’ vakumnya edukasi. Edukasi punyai sejumlah variasi, yakni faatan teknologi secara masif
sebagaimana didengungkan
ialah judul sebuah sistem yang
perlu diluruskan dengan kem-
tetap berlangsung, tapi bukan
siswa di sekolah, kita tak kuasa mengurangi bali mengingatkan semua pihak menarik orangtua dari tepi ke hanya di lingkungan sekolah, homeschooling tunggal, yang Mas Menteri Nadiem, bukan
Witu semua. Ada kekhawatiran seolah mengu- akan inti sari edukasi. Edukasi titik sentral yang merupakan melainkan juga bisa dilakukan mana anak belajar sendiri ber- berarti menihilkan unsur insani
rangi jam belajar siswa sama artinya dengan mengurangi semakin lama semakin terkunci upaya pencerdasan dan pema- di rumah, di pasar tradisional, di sama keluarga. Kedua, home- dalam proses edukasi. Justru,
perbekalan mereka untuk menyongsong masa depan. pada penyekolahan. Pengerdilan tangan anak. kantor ayah bunda, atau bahkan schooling majemuk, yang mana tiga hari tidak ke sekolah me-
Guru di sekolah tetap penting.
di panti asuhan.
mungkinkan anak-anak kembali
dua hingga tiga keluarga ber-
makna edukasi seperti itu ber-
dampak pada kegaduhan setiap Namun, porsi lebih proporsional Guru utama selama hari-hari himpun menjadi satu. ke tempo doeloe, ke pendekatan
Juga, meskipun tidak setiap kita tumpukan lebih ke bahu tahun. Dari penerimaan siswa diberikan kepada orangtua anak tidak ke sekolah itu ialah Yang ketiga, homeschooling ko- ortodoks bahwa murid dan guru
anak berbakat menjadi pemikir para guru di sekolah. Den- baru hingga penyelenggaraan selaku aktor utama penciptaan orangtua. Sementara itu, guru munitas, yaitu anak-anak datang harus bertatap muka di tempat
teoretis, kita tetap sering kurang gan melakukan itu, kita seolah ujian akhir nasional (UAN). sumber daya manusia unggul. pendampingnya bisa tenaga ke sekolah dengan sifat nonfor- yang sama. Bedanya, dengan
percaya diri untuk mengajarkan menemukan pihak yang dapat Penyekolahan, yakni men- Ini pula kerangka kerja untuk kebersihan, polisi, pedagang, mal. Dalam variasi ketiga ini, pendekatan homeschooling,
penerapan dan kemanfaatan dikambinghitamkan kapan saja girim anak ke suatu bangunan memfungsikan bapak dan ibu ataupun sesama anak. anak datang ke sekolah tiga atau guru-guru yang menjumpai
ilmu baru tanpa istilah abstrak manakala anak-anak dirasakan dan lingkungan yang disebut guru di sekolah, ‘tak lebih’ seb- Pendekatan sedemikian rupa empat kali per pekan. Pada setiap anak bukanlah mereka yang
kepada para siswa. Sebaliknya, melalui lintasan perkembangan sebagai sekolah, pula yang ber- agai mitra orangtua. bukan merupakan format tung- kunjungan, durasi belajar bisa tiga tergabung dalam PGRI atau IGI.
anak (siswa) tetap kita perkenal- yang tidak sewajarnya. ekses pada munculnya ‘kasta’ Deskripsi di atas semestinya gal, melainkan salah satu pilihan jam, empat jam, atau lainnya. Demikianlah pelurusan terha-
kan dan kita minta menghafal sekolah favorit (mahal!) dan dapat meredakan kekhawati- yang dapat diambil anak dan Kekhawatiran akan timpang- dap ‘tiga hari bersekolah’ yang
sebutan-sebutan ilmiah yang Kembali ke hakikat sekolah biasa. ran sebagian kalangan ketika orangtua serta sudah diakui nya proses pencerdasan anak, secara kurang pas telah viral
‘entah apa artinya’. Tidak sedikit pihak yang sinis ‘Tiga hari bersekolah’ bukan bertanya “Tiga hari berseko- negara. Mengacu pada UU No 20 yaitu tajam secara kognitif, tap hari-hari belakangan ini. Akh-
Kemudian, meskipun kita ketika membaca berita bahwa sebatas wacana. Juga, bukan lah, lalu hari-hari selebihnya Tahun 2003 tentang Sistem Pen- tumpul secara emosional dan irnya, izinkan saya menggar-
tahu akan pentingnya kepribadi- Kak Seto merekomendasikan sekadar iming-iming bahwa bagaimana?” didikan Nasional, di Indonesia hampa secara spiritual dapat isbawahi bahwa rumah bukan
an, proporsi antara pendidikan waktu belajar hanya tiga hari bersekolah sekian hari bisa Ketika orangtua memiliki terdapat tiga jalur pendidikan, teratasi dengan program eduka- sekadar tempat bagi anak saat
karakter dan kognitif di sekolah per pekan. Respons negatif itu menghasilkan anak didik yang persepsi bahwa edukasi bukan yaitu jalur pendidikan formal si semacam homeschooling ini. berangkat dan pulang sekolah.
tetap lebih didominasi oleh hal sesungguhnya wajar karena mampu menembus perguruan semata-mata penyekolahan, dan informal. Keletihan akademis pun akan Rumah juga berfungsi sebagai
yang disebut belakangan. media tidak menulis secara utuh tinggi bereputasi tinggi. orangtua (semestinya) berpikir Pendidikan formal berlang- terobati, baik yang menjangkiti sekolah tempat belajar serta ‘tiga
Lalu, meskipun orangtua penalaran di balik rekomendasi ‘Tiga hari bersekolah’ ialah secara sistemik. Mengirim anak sung di sekolah dengan waktu para siswa maupun yang me- hari bersekolah’ bukan lagi batas
(keluarga inti) sejatinya ialah sekolah tiga hari itu. narasi, bahkan sudah menjadi ke sekolah hanya satu subsistem lima hingga enam hari per pe- wabah di kalangan para guru. waktu bagi anak untuk menjadi
guru utama bagi anak (siswa), Narasi ‘bersekolah tiga hari aksi nyata tentang bagaima- dari subsistem-subsistem edu- kan. Pendidikan informal di- Bukankah kita semua mafh um terdidik. Edukasi bisa berlang-
faktanya, peran sebagai pen- per pekan’ sebenarnya bertitik na edukasi secara bertahap kasi lainnya. jalani siswa bisa di lembaga bahwa bagi anak: bermain ialah sung di mana saja, kapan saja,
didik sekaligus pengajar itu tolak dari paradoks yang ter- didudukkan kembali sebagai Hari-hari anak tidak ke seko- kursus, bimbingan belajar, atau belajar dan belajar ialah bermain? dan dengan siapa saja. Semoga
Pertanian Meredam Krisis
Penulis: Kuntoro Boga Andri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian
HINGGA saat ini, perekono- sektor industri pengolahan, dan pengetahuan lokal masyarakat yang menjadi terobosan Syahrul.
mian global masih menunjuk- sektor konstruksi. dan pengetahuan ilmiah yang Jika AWR akan menjadi pusat
kan kondisi belum kondusif. Sektor pertanian bahkan ter- dimiliki para pakar. pengelolaan informasi pertanian
Perang dagang antara dua rak- catat naik signifi kan dari 13,7% Strategi yang dijalankan Syah- yang secara langsung dipantau
sasa ekonomi, Amerika Serikat pada 2007 menjadi 14,4% pada rul tersebut terbukti efektif. dan dikendalikan Kementan,
dan Tiongkok, dalam beberapa 2008. Gambaran ini menunjuk- Dalam waktu kurang dari lima war room yang dimiliki Kostra
waktu terakhir juga menimbul- kan jika kinerja sektor pertanian tahun, produksi padi melejit. Tani di daerah akan menjadi alat
kan sentimen negatif terhadap memiliki pengaruh cukup besar Data BPS menunjukkan pada untuk menangkap data-data la-
perekonomian negara-negara terhadap pertumbuhan dan ke- 2011 produksi padi Sulawesi Se- pangan, seperti luas sawah, luas
di belahan dunia, tak terkecuali tahanan ekonomi nasional kita. latan meroket ke angka 4,51 juta tanaman, varietas, luas panen,
Indonesia. Badan Pusat Statistik Kinerja positif sektor perta- ton padi GKG dan kembali naik hingga kejadian kekeringan,
(BPS) mencatat pada kuartal III nian pada 2008 juga terlihat dari hingga menembus angka 5 juta banjir, dan serangan hama.
2019, produk domestik bruto catatan neraca perdagangan ton pada 2012. Target surplus dua Dengan dibekali manajemen
(PDB) tumbuh 5,02% secara ekspor-impor. Volume ekspor juta ton beras pun terlampaui. data yang lebih baik, petani bisa
tahunan. Relatif melambat jika pertanian tahun tersebut men- Tak hanya menjadi penyangga menjalankan pertanian presisi.
dibandingkan dengan kuartal I capai 29.287.752 ton atau naik beras nasional, Sulawesi Selatan Manajemen tanam, pembibitan,
dan II 2019 yang tumbuh 5,07% 12,9% jika dibandingkan dengan bahkan berhasil ekspor beras ke persiapan lahan, panen, hingga
dan 5,05%. 2007, sebanyak 21.257.150 ton. sejumlah negara. analisis usaha tani bisa dilaku-
Di balik kondisi perekonomian Data yang cukup menarik juga Lalu, bagaimana caranya men- kan secara efektif dan efi sien.
global yang sedang lesu, sektor terlihat dari data impor kita pada gangkat pengalaman di daerah Pengelolaan big data ini akan
pertanian diyakini bisa menjadi 2008. Volume impor pertanian ke tingkat lebih luas? Terutama memegang peran esensial dalam
tumpuan harapan dalam men- kita pada tahun itu justru turun dengan adanya ancaman krisis pembangunan pertanian ke de-
jaga perekonomian nasional. sebesar 20,9% jika dibandingkan ekonomi di depan mata? Pro- pan. Tentunya, pengelolaan big
Presiden Joko Widodo dalam dengan tahun sebelumnya, dari gram Kementerian Pertanian data pertanian ini kita harapkan
rapat terbatas di Kantor Presiden, 12.582.510 ton menjadi 12.852.510 yang telah dicanangkan untuk dapat meningkatkan produktivi-
Jakarta Pusat, pada Selasa (10/12), ton. Padahal, pada 2008 kes- lima tahun mendatang akan tas pertanian secara signifi kan.
mengutarakan peran penting dan eluruhan impor Indonesia justru menjadi langkah antisipatif atas Berbekal perbaikan manajemen
strategis sektor pertanian dalam mengalami peningkatan. ancaman tersebut. data, Kementerian Pertanian se-
perekonomian nasional. Pada 2007 volume impor kita cara optimistis menetapkan pen-
Presiden menekankan bahwa sebanyak 89.935.600 ton, se- Kuasai big data, jadi pemenang ingkatan produksi minimal 7%
sektor pertanian tidak hanya dangkan pada 2008 melonjak Sejak ditunjuk Presiden Joko per tahun dan ekspor pertanian
menjadi penyedia pangan bagi sebesar 9% menjadi 98.664.300 Widodo menjadi Menteri Per- bisa meningkat hingga tiga kali
267 juta jiwa rakyat Indonesia, ton. Kondisi ini menunjukkan tanian, Mentan SYL telah men- lipat dalam 5 tahun ke depan.
tetapi juga mampu menampung di tengah perekonomian yang canangkan pertanian Indonesia Selain pembenahan manaje-
tenaga kerja dalam jumlah besar, melesu, perdagangan pertanian harus maju, mandiri, dan mod- men data pertanian, isu lain
menekan angka kemiskinan, kita di pasar internasional justru ern. Untuk mencapai itu, langkah yang menjadi fokus Syahrul ial-
serta menyumbang kontribusi tetap melaju positif. pertama yang dilakukan ialah ah pembiayaan pertanian. Syah-
signifikan dalam peningkatan Kinerja ekspor-impor perta- membenahi manajemen data rul dalam berbagai kesempatan
kesejahteraan rakyat. nian kita pada 2008 sebenarnya pertanian. mengungkapkan bahwa pembi-
Setidaknya sejarah mencatat terkait dengan kondisi kelang- Ia secara langsung menyam- ayaan pembangunan pertanian
ketika krisis ekonomi besar men- kaan pangan di pasar global Ilustrasi bangi sejumlah kementerian/ tidak bisa hanya mengandalkan
erjang pada 1998, sektor perta- pada tahun tersebut. Ancaman bangsa tersebut akan menjadi jika masyarakatnya berdaya dan get surplus dua juta ton, Sulawesi lembaga, seperti BPS serta Ke- anggaran pemerintah, baik di
nian Indonesia bisa bertahan, kelangkaan pangan terjadi se- bangsa pemenang dalam peper- mandiri. Selatan harus memastikan pen- menterian Agraria dan Tata Ru- tingkat pusat maupun dae-
bahkan tetap tumbuh positif. Saat bagai salah satu dampak krisis angan menghadapi krisis eko- Saat menjabat sebagai Gu- ingkatan produksi sebesar 566 ang/Badan Pertanahan Nasional rah. Karena itu, peran lembaga
itu, sektor pertanian masih mam- ekonomi global. Kelangkaan pan- nomi global,” tegas Mentan SYL. bernur Sulawesi Selatan selama ribu ton. Padahal, melansir data (ATR/BPN) dengan tujuan Indo- perbankan akan dioptimalkan
pu tumbuh positif sekitar 0,26%. gan ialah situasi yang disebabkan dua periode (2008-2018), Syahrul Bank Indonesia, laju pertum- nesia bisa memiliki single data dalam pembangunan pertanian.
Padahal, pertumbuhan ekonomi penurunan ekspor pangan ke Pengalaman hadapi krisis melakukan banyak gebrakan. buhan produksi padi Sulawesi pertanian ke depannya. Lembaga perbankan akan di-
nasional sedang ambruk hingga pasar dunia. Di saat pasar global Seperti yang telah diulas se- Hingga pada 2009, pergerakan Selatan tercatat sangat lamban, Langkah ini krusial karena rangkul dalam program Kredit
mencapai nilai minus (-13,10%). mengalami kelangkaan pangan, belumnya, saat ini ekonomi ekonomi Sulawesi Selatan sem- yaitu rata-rata sekitar 0,2% per selama ini setiap kementerian/ Usaha Rakyat (KUR). Perta-
Begitu pula saat krisis pada seharusnya kita lega karena vol- dunia sedang terancam krisis pat mengalami pertumbuhan tahun. lembaga mengolah data masing- nian sudah mendapatkan alo-
2008, krisis yang menyebabkan ume ekspor pertanian Indonesia akibat perang dagang dua blok sekitar 7,8%, terbaik yang pernah Akan tetapi, di Sulsel, Syahrul masing sehingga muncul data kasi KUR sebanyak Rp50 triliun.
kehancuran sistem keuangan justru meningkat dan volume raksasa ekonomi. Dalam kondisi dicapai provinsi tersebut. menunjukkan bahwa tidak ada yang berbeda. Kondisi ini tidak Penerima KUR pertanian ini
dunia. Dampaknya ialah kelum- impornya menurun. ini, apakah pertanian kita bisa Salah satu kunci keberhasi- yang mustahil selama dikerjakan kondusif untuk pembangunan hanya akan dikenai bunga kecil
puhan pada banyak sektor di Semua data dan fakta di atas kembali bertahan dan menjadi lannya terletak pada kinerja secara serius dan bersungguh- pertanian. sebesar 6%.
seluruh dunia. Berjatuhan pula bisa menjadi pembuktian bahwa pahlawan? Tentunya upaya per- pembangunan sektor pertanian sungguh. Syahrul mendorong Gebrakan lain Syahrul berwu- Penguatan pembiayaan per-
korban-korban dari negara-neg- sektor pertanian kukuh saat tahanan itu harus kita siapkan. Sulawesi Selatan. Salah satu pen- peningkatan produktivitas den- jud program Komando Strategis tanian melalui KUR diharapkan
ara industri Eropa dan beberapa krisis menerjang. Alasannya, Memperkukuh sektor pertanian capaian kala itu, Syahrul menar- gan memperkenalkan teknologi Pembangunan Pertanian (Kostra dapat meningkatkan kinerja sek-
negara eksportir Asia. Namun, menurut Menteri Pertanian ketika krisis menerjang tentu getkan surplus produksi beras dan meningkatkan kualitas SDM Tani). Kostra Tani merupakan tor pertanian dari hulu ke hilir.
sekali lagi patut disyukuri bahwa (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membutuhkan pemikiran rev- hingga dua juta ton. petani melalui penyuluhan dan tim khusus daerah yang terdiri Dengan memudahkan akses
PDB Indonesia pada tahun terse- (SYL) cukup sederhana. Mentan olusioner dan jelas. Ketika itu, target tersebut sekolah lapang. atas penyuluh dan para petugas petani terhadap KUR, diharap-
but masih tumbuh sebesar 6,1% menyampaikan, pertanian sangat Terkait hal tersebut, kita ber- dirasa hampir mustahil dicapai Pemerintah Sulawesi Selatan, di lapangan. Di tingkat keca- kan potensi pertanian di tingkat
terhadap tahun 2007. Pertum- terkait dengan urusan ‘perut’ harap kesuksesan SYL sebagai karena pada 2007 produksi padi di bawah pimpinan Syahrul, matan berbentuk Kostra Tani, daerah akan lebih kuat.
buhan PDB tanpa migas bahkan manusia. “Pangan merupakan kepala daerah selama 25 tahun Sulawesi Selatan baru mencapai juga mengadopsi kearifan lokal di kabupaten Kostra Daerah, di Tentunya, sektor Pertanian
meningkat 6,5%. kebutuhan primer yang tidak di Sulawesi Selatan, bisa men- 3,635 juta ton gabah kering gil- dengan melakukan musyawarah provinsi berupa Kostra Wilayah dengan pengelolaan dan sistem
Bila ditelusuri kondisi saat bisa ditawar dan ditunda-tunda. jadi pengalaman berharga saat ing (GKG), setara dengan 2,280 ‘tudang sipulung’ saat memasuki (Kostrawil), dan di pusat berna- yang baik seperti dipaparkan
itu, pada struktur PDB, menurut Untuk itu, penguatan sektor beliau menjabat sebagai Menteri juta ton beras. Dengan jumlah musim tanam. Musyawarah ini ma Kostra Nasional (Kostranas). di atas menjanjikan bangsa
lapangan usaha, penurunan ter- pertanian menjadi krusial dalam Pertanian saat ini. SYL dikenal populasi penduduk sebanyak tidak hanya dihadiri masyarakat Kostra Tani juga dilengkapi Indonesia dapat menghadapi
jadi pada hampir semua sektor. menghadapi krisis ekonomi. Jika selalu menggunakan pendekatan 7,675 juta jiwa, diperkirakan ke- dan tokoh adat, tetapi juga unsur dengan peralatan digital yang berbagai tantangan ekonomi ke
Tercatat hanya tiga sektor yang sebuah bangsa bisa memenuhi ekonomi berbasis kerakyatan. butuhan beras mencapai 846,497 pemerintah dan akademisi. Kare- akan terkoneksi dengan agi- depan, termasuk melewati krisis
menunjukkan pertumbuhan kebutuhan pangan rakyatnya Dalam konsep dan pendekatan ribu ton beras. na itu, ada proses knowledge culture war room (AWR) di ekonomi global seperti pengala-
positif, yaitu sektor pertanian, dan bahkan bangsa-bangsa lain, ini, ekonomi bisa bergerak maju Maka itu, untuk mencapai tar- sharing yang mempertemukan Kostranas, program lainnya man di waktu lalu.
P
PALANGKA POSTALANGKA POST Redaktur Pelaksana : Agustinus Djatta, Redaktur : M Jaini, Rickover Lantera, Seventin Gustapatmi, Rangga Andika, Assisten Redaktur : Osten Siallagan. Reporter
di Palangka Raya : Wahyudi Hendra, M Habibi, Ferry Santoso, Arianata, Dewi Kencana Wati, Bella Romadhani, Adik Sigit Permana, M Ridwan Noor.
Koresponden, Nanga Bulik : Heriyadi, Sukamara : Fahriansyah, Sampit : HM Baderi (Ka Biro), Sumiati, Na ri, Kuala Pembuang : Untung Wahyudi, Fredy
Mansyur Huda, Kasongan : Khairul Saleh, Kuala Kurun : Anthoneal, Pulang Pisau : Asprianta, Muara Teweh : Agus Siddik, Puruk Cahu : Trisno, Buntok : Shinta,
Alamat : Jalan G Obos Nomor 30 kav 1-2 Palangka Raya Tamiang Layang : - , Kuala Kapuas : Bhakti Lapro Giadi, Sri Hayati, Pangkalan Bun : -
Penerbit : PT Media Palangka Pambelum
Terbit Pertama : 15 November 2001 Manager Produksi : Junaidi E endi, Operator Cetak : Ari Hartanto, Yunus Y Ikat, Kodrat P Aji, Tunes, Montas : -, Pra Cetak : Agung Priantoko, Ridwan Ismail,
SK Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor C-15977HT/01.01 tanggal 24 Desember 2001 Andriansyah, Gabriella Ois Meysiana.
Manager Keuangan & Akuntansi : -, Kabag Keuangan : -, Koordinator Sales & Marketing : Windraty Embang, Marketing Iklan Jakarta : Maya. Rahmad
Dewan Redaksi : Ediya Moralia, M Harris Sadikin, Pariyanto (08514680512), Account Executive : Meilisa Bela, Bagian Umum : Sigit Yadie Cahyo, HRD :-.
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : M Harris Sadikin
Pemimpin Perusahaan : Revy Apriani Agen : Palangka Raya : Fathir Agency (0536-322203), Anang Sukri Agency (081329051738), Kumala Agency (082156411182), Pangkalan Bun : Agency Ijai
Kabag Litbang : Hairil Supriadi (08125092246, Pagatan : Agency Syahrian (082153037502).
Ombudsman : - Percetakan : PT Media Palangka Pambelum
Alamat : Jalan G Obos Nomor 30 kav 1-2 Palangka Raya (Isi Diluar Tanggung Jawab Percetakan)

