Page 20 - Sinar Tani Edisi 4074
P. 20

20                         E-paper Edisi 12 - 18 Februari 2025  |  No. 4074 Tahun LV                                 A GRO BISNIS



          Kopi Jadoel dari Buitenzorg









          Kota Bogor, saat era Penjajahan Belanda bernama Buitenzorg yang berarti                                        Toko­toko kopi ini tidak hanya
          tanpa kecemasan atau aman tentram. Kota yang terletak di Jawa Barat ini                                        melayani warga lokal, tetapi juga
          berada 59 km di sebelah selatan Ibukota Negara, DKI Jakarta. Dengan curah                                      menarik perhatian para penikmat
                                                                                                                         kopi dari luar daerah.
          hujan yang sangat tinggi membuat kota ini dijuluki Kota Hujan,                                                   Selain menjadi minuman favorit
                                                                                                                         sehari­hari, produk mereka sering
                                                                                                                         menjadi  oleh­oleh  khas   Bogor.
                     ogor bukan cuma soal     Hujan  ini  memiliki  sederet  merek   autentik. Beberapa merek kopi bubuk   Setiap  tegukan  kopi ini seperti
                     hujan, tapi juga punya   kopi tradisional yang sudah bertahan   legendaris sudah eksis sejak puluhan   membawa kita kembali ke masa
                     warisan rasa dari 4      melintasi zaman.                     tahun lalu. Bahkan salah satunya ada   lalu, merasakan sentuhan budaya
                     merek kopi legendaris       Sebelum istilah “barista” populer,   yang berdiri sejak 1925.           dan tradisi yang terus hidup. Begitu
                     yang tetap bertahan      para pengolah kopi tradisional di      Dengan proses  produksi  yang       ungkap seorang penikmat kopi yang
       Bhingga  kini.  Di  balik              kota ini sudah lebih dulu meracik biji   masih dilakukan secara tradisional,   telah mencoba kopi khas Bogor.
          gemer lap tren kafe modern, Kota    kopi menjadi bubuk dengan cita rasa   kopi ini menawarkan rasa khas yang     Bagi pecinta kopi, ada beberapa
                                                                                   tidak bisa ditemukan di produk        merek  yang  patut  dicoba.  Kopi  ter-
                                                                                   modern. Inilah yang membuatnya        sebut bukan sekadar produk, tetapi
             Kopi Cap Kacamata                berbicara lancar dalam bahasa        tetap bertahan di tengah persaingan   bagian dari warisan rasa yang  tak
             Kopi Cap Kacamata menjadi        Arab,    menjadikannya     tokoh     industri kopi yang semakin ketat.     ternilai.
           ikon kopi tertua di Bogor. Warga   yang dikenal baik di lingkungan
           kampung  Arab  di  Empang  Bogor   tersebut.    Produk  kopi  bubuknya
           sudah menikmati kopi ini sejak     hadir dalam berbagai ukuran, dari
           1925, yang diproduksi oleh keluarga   kemasan kecil satu seduh hingga        Kopi Liong Bulan                 1,  yaitu  kopi  hitam  yang  sudah
           peranakan  Tionghoa  marga  Yoe  .   250 gram.                               Liong  Bulan,   dengan   logo    dicampur gula. Produksi Liong
           Didirikan  oleh  Yoe  Hong,  seorang   Kini, cita rasa klasik Kopi Cap    khas naga dan bulan sabit, mulai    Bulan tetap dilakukan di pabriknya
           keturunan Tionghoa yang tinggal    Kacamata juga bisa dinikmati di        memproduksi kopi sejak 1945.        di Jalan MA Salmun.
           di kawasan Empang, Bogor, daerah   kedai kopi bernama Bah Sipit,          Kopi ini tak hanya dikenal di Bogor,   Kemasannya kini lebih modern,
           yang terkenal dengan komunitas     dengan harga mulai dari Rp 1.500       tapi juga tersebar luas ke berbagai   menggunakan plastik dan tersedia
           Arabnya                            saja. Kombinasi sejarah panjang        daerah  berkat distribusinya yang   dalam berbagai ukuran, mulai
             Menariknya,  Yoe  Hong  atau     dan rasa otentik membuat kopi ini      masif.                              dari sachet kecil 8 gram hingga
           akrab disapa Bah Sipit mampu       tetap diminati hingga kini.               Dibangun oleh Linardi Jap, Liong   kemasan besar 200 gram. Rasa
                                                                                     Bulan terus berinovasi mengikuti    yang khas dan distribusi yang luas
                                                                                     zaman. Kini, selain kopi bubuk      menjadikan Liong Bulan pilihan
                                                                                     klasik, tersedia juga varian 2­in­  favorit banyak orang.



























             Kopi Cap Teko
             Bagi warga Bogor, Kopi Cap Teko
          adalah rahasia rasa klasik yang sudah
          ada sejak 1950. Diproduksi oleh                                              Kopi Cap Oplet
          Toko Agus, kopi ini dikenal karena                                           Sejak 1975, Kopi Cap Oplet
          kemasannya     yang    sederhana,                                         menjadi ikon kopi bubuk Bogor
          berupa kertas cokelat kecil, dan cita                                     yang namanya menggema hingga
          rasa yang kuat. Meski tak sepopuler                                       Jakarta.  Dirintis  oleh   sebuah
          kopi lain di luar Bogor, merek ini                                        keluarga, kopi ini terkenal dengan
          jadi  favorit  para  pemilik  warung                                      rasa kuatnya yang khas dan sangat
          kopi kecil yang mengandalkan rasa                                         cocok untuk dinikmati sehari-hari.
          otentik untuk pelanggannya.                                                  Awalnya  dikemas dalam kertas
             Sayangnya,   dengan   perkem­                                          cokelat sederhana, kini kemasannya
          bangan zaman dan persaingan kopi                                          beralih ke plastik untuk menjaga
          instan, keberadaan Kopi Cap Teko                                          kualitas.  Dengan    harga   yang
          mulai memudar. Kini, menemukan                                            sangat ramah kantong, sekitar Rp
          kopi   ini   menjadi   tantangan                                          2.000 per bungkus, kopi ini mudah
          tersendiri. Salah  satu tempat yang                                       ditemukan di  warung­warung kopi
          masih   menyediakannya     adalah                                         atau  toko  kelontong.    Menariknya,   pada kopi tradisional.
          Bogor Permai, menjadikannya harta                                         Kopi Cap Oplet memiliki keunikan       Meski disebut “kopi jadoell,”
          tersembunyi bagi para pecinta kopi                                        lain: rasanya justru semakin nikmat   pamornya tetap hidup di tengah
          tradisional.                                                              saat   dicampur   dengan   krimer,   perubahan zaman. Siap mencoba !
                                                                                    memberikan     sentuhan   modern                                 Gsh
   15   16   17   18   19   20   21