Page 36 - KIMIA PANGAN DAN GIZI MODUL-4_Neat
P. 36

Kehadiran  kalsium,  magnesium,  fosfat,  dan  sitrat  dalam  susu

               bertanggung jawab atas stabilitas susu terhadap panas. Selain itu, sitrat
               berperan  penting  selama  fermentasi  susu  dalam  pembuatan  dahi  dan

               yogurt. Fosfat adalah zat aditif makanan yang memiliki banyak fungsi,

               termasuk  pengasaman  (pada  minuman  ringan),  penyangga  (pada
               berbagai  minuman),  anti-penggumpalan,  pengembang,  penstabil,

               pengemulsi, pengikat air, dan melindungi dari oksidasi.
                   Mineral cenderung berinteraksi dengan komponen makanan lainnya

               yang memengaruhi sifat fisik dan kimia makanan. Misalnya, zat besi dan

               tembaga  dianggap  sebagai  pro-oksidan  yang  dapat  menyebabkan
               kerusakan oksidatif pada makanan berlemak tinggi. Zat besi juga dapat

               mengubah warna daging dan mampu membentuk kompleks biru, hitam,
               atau  hijau  dengan  senyawa  polifenol.  Dalam  industri  makanan,  nikel

               digunakan  untuk  hidrogenasi  minyak  nabati,  dan  tembaga  dapat

               digunakan  untuk  membuat  pigmen  warna  tahan  panas  dengan
               menggantikan magnesium dalam klorofil (Harini, 2019; Cheung, 2015).




               2.2.6 Vitamin
                   Meskipun vitamin hanya merupakan komponen kecil dalam makanan,

               mereka memiliki peran penting dalam nutrisi manusia. Beberapa vitamin

               berfungsi sebagai bagian dari koenzim, sementara yang lain hadir dalam
               makanan  sebagai  provitamin.  Vitamin  dibagi  menjadi  dua  kelompok:

               vitamin  yang  larut  dalam  air  dan  vitamin  yang  larut  dalam  lemak.

               Sumber  vitamin  dapat  berasal  dari  produk  hewani  maupun  nabati
               (Ameliya, 2018).

                             Susu  dan  produk  susu  mengandung  riboflavin,  piridoksin,  serta

               vitamin  B12,  A,  D,  E,  dan  K;  ikan,  unggas,  dan  daging  menyediakan
               riboflavin,  niasin,  biotin,  tiamin,  vitamin  B12,  dan  piridoksin;  buah-

               buahan dan sayuran kaya akan vitamin A, K, dan C, folat, serta riboflavin;
               roti  dan  sereal  mengandung  tiamin,  folat,  asam  pantotenat,  niasin,

               biotin,  riboflavin,  dan  piridoksin,  sementara  lemak  dan  minyak

               mengandung vitamin A, D, E, dan K (Cheung, 2015).





     24
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41