Page 589 - Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 by Ibnu Katsir_Neat
P. 589

Sebagian ulama salaf juga menjadikan ayat ini sebagai da1i bahwa barang          �
                      jaminan itu hanya disyariatkan dalam transaksi di perjalanan saja. Demikian
                      pendapat yang dikemukakan oleh Mujahid dan  ulama lainnya.  Dan dalam                   �
                      Shahihain telah diriwayatkan, dari Anas bin Malik $:                                    �
                                                                                                              �
                                                                                                              �
                                                                                                              �

                      "Bahwa Rasulullah A telah meninggal dunia, namun baju besinya masih men­                �
                      jadi jaminan di tangan seorang Y ahudi, untuk pinjaman 30 wasaq gandum.
                      Beliau meminjamnya untuk makan keluarganya."                                            �

                             S e dangkan  dalam riwayat lain disebutkan:  "Dari seorang Y ahudi               �
                      Madinah."                                                                               �
                             Dan  dalam riwayat Imam Syafi'i, (beliau gadaikan) pada Abu Syahm                 �
                      al-Y ahudi.  Penjelasan mengenai permasalahan ini terdapat dalam kitab al­               �
                      Ahkamul-Kabir.                                                                           �
                             Firman  Allah ttt, � CSd �JI <;�I �� (a�?� �f 0� � '�kan tetapi                   � .
                      jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang di­
                                                                        "
                      percayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya).  D     iriwayatkan Ibnu Abi               �
                      Hatim dengan isnad jayid, dari Abu Sa'id al-Khudri, ia telah mengatakan bahwa            �
                      ayat ini telah dinasakh oleh ayat sebelumnya.

                             Imam asy-Sya.'bi mengatakan, " J ika sebagian kamu saling mempercayai             �
                      sebagian lainnya, maka tidak ada dosa bagimu untuk tidak  menulis  dan tidak
                      mengambil kesaksian.  Dan firman-Nya lebih lanjut, � � 11 J;i� � ''Dan hen­              �
                      daklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya,  m "  aksudnya (adafah),  orang yang            �
                      dipercaya (untuk memegang jaminan, hendaklah bertakwa kepada Allah. -ed. ).              �
                      Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad
                      dan para penulis kitab  as-Sunan, dari Qatadah,  dari al-Hasan, dari Samurah,
                      bahwa Rasulullah A bersabda:                                                             �

                                                                                                               �

                       "Kewajiban tangan adalah mempertanggungjawabkan amanat yang diterima­                   �
                      Nya,  sehingga ia melaksanakan (pengembalian)nya  ....                                   �
                              Firman Allah £ selanjutnya, � �;�, 1_,± �� � ''Dan janganlah                     �
                      kamu (para saksi) menyembunyikan kesaksian.  M "  aksudnya, janganlah kamu               �
                       menyembunyikan, melebih-lebihkan, dan jangan pula mengabaikannya. Ibnu
                       Abbas dan ulama lainnya mengatakan, "Kesaksian palsu merupakan salah satu               �
                       dosa besar yang paling besar, demikian juga menyembunyikannya."                         �
                                                                                                               �

                                                                                                               �
                       • Dha'if, didha'ifkan oleh Syaik al-Albani dalam kitab Dha'iiful  aa mi' (3737).
                                                                            ]
                                                                                                               �
                                                                                                               �

                                                                                                          .�

                                                                                              Tafsir lbnu Katsir Juz 3
         570
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594