Page 15 - E-Modul Keanekaragaman Hayati__Kelas X SMA_FIXt
P. 15
(c)
Sumber: Dokumen Pribadi
Gambar 4. Keanekaragaman jenis flora:
(a) pucuk merah (Syzygium oleina), (b)
pisang (Musa paradisiaca), dan (c)
puring (Codiaeum variegatum)
3 Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem merupakan variasi ekosistem yang ada pada suatu wilayah.
Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanya interaksi antara berbagai jenis makhluk
hidup yang bervariasi dengan lingkungan yang beranekaragam. Ekosistem adalah unit
fungsional dasar dalam ekologi yang didalamnya mencakup organisme dan lingkungannya
(lingkungan biotik dan abiotik) dan diantara keduanya saling mempengaruhi. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk melalui hubungan timbal
balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Sumber: 1) Sulistyowati, E., Wigati, H. O.,
Muhammad, L. H. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten:
PT Intan Pariwara. 2) Suwarno. (2009). Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.).
Ekosistem bervariasi sesuai dengan spesies pembentuknya, dimana jenis organisme
yang membentuk setiap ekosistem berbeda-beda. Misalnya, ekosistem hutan hujan tropis,
ekosistem ini terdapat pohon-pohon tinggi berkanopi (seperti meranti dan rasamala), rotan,
anggrek, paku-pakuan, burung, harimau, monyet, orang utan, kambing hutan, ular, rusa, babi,
dan berbagai jenis serangga. Hal ini berbeda dengan ekosistem sungai, dimana terdapat ikan,
kepiting, udang, ular, dan ganggang air tawar. Ekosistem dibagi menjadi 2 yakni, ekosistem
8
E-Modul Keanekaragaman Hayati / Kelas X SMA/MA