Page 29 - E-Modul Keanekaragaman Hayati__Kelas X SMA_FIXt
P. 29

5.  Umat Nasrani  menggunakan pohon cemara (Araucaria sp., Casuarina equisetifolia)

                       saat perayaan natal (Sumber: Irnaningtyas. (2013). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT
                       Gelora Aksara Pratama).

                g.  Keanekaragaman Hayati Bermanfaat dalam Bidang Ekowisata
                     Keanekaragaman hayati Indonesia yang tinggi merupakan kemampuan yang tak ternilai

               dalam  ekowisata.  Selain  berbagai  bentuk  bentang  alam,  fenomena  alam,  keunikan  dan
               keaslian  budaya  lokal  dan  warisan  sejarah  atau  budaya,  keanekaragaman  hayati  yang

               melimpah  adalah  modal  dasar  untuk  pengembangan  ekowisata.  Ekowisata  adalah  kegiatan

               perjalanan  wisata  yang  bertanggung  jawab,  di  suatu  kawasan  yang  masih  alami  atau  di
               kawasan  yang  dikelola  dengan  kaidah  alam,  tujuannya  tidak  hanya  untuk  menikmati

               keindahan alam, tetapi juga melibatkan unsur pendidikan, pengetahuan, dan panduan upaya

               konservasi  alam  dan  peningkatan  pendapatan  masyarakat  setempat  (Sumber:  Fau,  A.  (2020).
               Ekowisata Di Kawasan Air Terjun Baho Majӧ Desa Bawӧdobara. Jurnal Education and development. Vol.8(1),
               Hal: 289–293).

                h.  Keanekaragaman Hayati Bermanfaat dalam Bidang Ekologi
                     Komponen  ekosistem  yang  sangat  penting  adalah  keanekaragaman  hayati,  misalnya

               hutan  hujan  tropis.  Hutan  hujan  tropis  memiliki  nilai  ekologis  atau  nilai  lingkungan  yang

               penting bagi bumi, yaitu sebagai paru-paru bumi. Kegiatan fotosintesis tumbuhan atau pohon
               di hutan hujan tropis dapat mengurangi kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang berarti

               dapat mengurangi polusi udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. Selain itu, hutan hujan
               tropis dapat menjaga keseimbangan iklim global, yaitu menjaga suhu dan kelembaban udara

               (Sumber: Sulistyowati, E., Wigati, H. O., Muhammad, L. H. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas X Peminatan

               Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten: PT Intan Pariwara).
                i.  Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Plasma Nutfah

                     Plasma  nutfah  (sumber  daya  genetik)  adalah  bagian  tubuh  tumbuhan,  hewan,  atau
               mikroorganisme  yang  memiliki  fungsi  dan  kemampuan  untuk  mewariskan  sifat.  Setiap

               organisme yang masih liar di alam atau yang telah dibudidayakan oleh manusia mengandung
               plasma  nutfah.  Plasma  nutfah  berguna  untuk  merakit  varietas  unggul  pada  suatu  spesies,

               misalnya  spesies  yang  tahan  terhadap  suatu  penyakit  atau  memiliki  produktivitas  tinggi.

               Plasma  nutfah  akan  mempertahankan  kualitas  sifat  dari  suatu  organisme  dari  generasi  ke
               generasi berikutnya, misalnya padi Rojolele akan mewariskan sifat pulen dan rasa enak, ubi

               jalar Cilembu dan buah duku Palembang akan mewariskan sifat rasa manis. Keanekaragaman

               plasma  nutfah  dapat  tetap  terjaga  melalui  pelestarian  semua  jenis  organisme  (Sumber:
               Irnaningtyas. (2013). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama).


                                                                                                       22
                 E-Modul Keanekaragaman Hayati / Kelas X SMA/MA
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34