Page 51 - 5. Modul Pengoperasian dan Pemeliharaan Traktor Roda 4 dan Rotavator.docx
P. 51

B.2.   Prinsip Kerja Rotavator
                   Rotavator     bekerja    dengan     mengolah      tanah
               menggunakan bilah atau pisau yang berputar pada
               poros horizontal. Putaran ini dihasilkan dari tenaga
               mesin yang ditransmisikan melalui sistem kopling,
               gearbox, dan rantai/gardan. Berikut adalah proses
               detail prinsip kerjanya:
                1) Sumber Tenaga:
                   Rotavator biasanya digerakkan oleh mesin diesel
                   yang berfungsi sebagai sumber tenaga utama.
                   Tenaga dari mesin diteruskan ke poros utama yang
                   ada di gearbox transmisi melalui sistem kopling dan
                   transmisi.
                2) Rotasi Pisau:
                   Sistem transmisi (gearbox) mentransfer tenaga ke
                   poros    pisau   rotari  melalui   sistem    belt-pulley
                   (sabuk-puli) dengan sistem kopling utama pada
                   umumnya menggunakan mekanisme tension roller
                   seperti halnya pada traktor roda dua. Pisau-pisau
                   rotari  dipasang pada batang horizontal yang
                   berputar, mencacah dan mencampur tanah saat
                   bergerak maju.
                3) Pengolahan Tanah:
                   Pisau rotari berputar mencacah tanah dan sisa
                   batang tanaman padi menjadi gumpalan kecil
                   sambil mencampurkan sisa tanaman yang ada di
                   permukaan. Hasilnya adalah tanah yang lebih
                   gembur dan rata, siap untuk ditanami.
                4) Penyesuaian Kedalaman:
                   Kedalaman olah dapat diatur dengan menaikkan
                   atau menurunkan hidrolik penyetel naik-turun rotari
                   yang dikontrol melalui tuas di samping operator.







                                                                        43
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56