Page 12 - E-MODUL MANAJEMEN KONSTRUKSI
P. 12
Pengkodean Penjadwalan Proyek (Scheduling)
Pengkoden untuk kebutuhan Metoda penjadwalan yang dapat
pengendalian dan sistem informasi digunakan :
proyek agar dapat mengidentifikasi
• Bar Chart (Gantt Chart)
dengan jelas seluruh aktivitas
• Network Planning (jaringan kerja)
pekerjaan. Pengkodeaan mengacu
❑ Critical Path Method (CPM)
pada integrasi WBS dan OBS, dan
mencakup WBS, OBS dan cost ❑ Precedence Diagramming
account. Pengkodean dilakukan Method (PDM)
didasarkan pada fungsi masing- ❑ Program Evaluation and
masing WBS dan OBS, dan kode Review Technique (PERT)
identifikasi aktivitas cost account. ❑ Graphical Evaluation and
Review Technique (GERT)
Monitoring dan Pelaporan Proyek
• Linear Scheduling Method (LSM)
Monitoring merupakan
pemantauan pelaksanaan proyek Penjadwalan Ulang (Rescheduling)
yang telah direncanakan, dimana
Suatu proses penyesuaian jadwal
perencanaan digunakan sebagai alat rencana proyek dengan kondisi-
pengendalian. Untuk memonitor
kondisi aktual yang terjadi di
kemajuan tiap-tiap pekerjaan perlu
lapangan. Penjadwalan ulang biasa
diketahui data dan informasi dari
dilakukan apabila :
laporan kontraktor yang masuk
berdasarkan periode konstruksi yang ● Terjadi keterlambatan pada
ditentukan. Data dan informasi pelaksanaan proyek
diolah menjadi kemajuan aktual ● Pemberi Tugas menginginkan
pekerjaan dan dievaluasi terhadap proyek tersebut selesai lebih cepat
rencana. dari waktu yang telah ditentukan
Penjadwalan ulang dilakukan
untuk pekerjaan-pekerjaan yang
belum dilaksanakan. Penjawalan
ulang akan berkaitan erat dengan
kenaikan biaya konstruksi, yaitu :
● Biaya langsung (direct cost)
masing-masing pekerjaan
Sumber:sutterstock.com/Shutter Z ● Overhead cost proyek