Page 9 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 9
Judul : BPOM Larang Industri Makanan Cantumkan Label 'Palm Oil Free', Ini
Pertimbangannya
Nama Media : tribunnews.com
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://kaltim.tribunnews.com/2019/08/22/bpom-larang-industri-makanan-
cantumkan-label-palm-oil-free-ini-pertimbangannya
Tipe Media : Online
TRIBUNKALTIM.CO - Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
melarang industri makanan
mencantumkan label Palm Oil Free
(bebas minyak sawit) pada produk-
produk yang mereka jual.
Untuk mencegah beredarnya label
tersebut, BPOM akan melakukan
pembinaan dan edukasi kepada UMKM
agar tidak mencantumkan label Palm Oil
Free di kemasan produknya.
"Badan POM tidak menyetujui pendaftaran produk yang mencantumkan klaim bebas minyak
sawit," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, Rabu (21/8/2019), dilansir Kontan.
Pasalnya pencantuman label itu dinilai merupakan kampanye negatif untuk melemahkan daya
saing produk minyak sawit Indonesia.
"Butuh upaya kita bersama mengedukasi masyarakat bahwa label itu (free palm oil) tidak
boleh," kata Penny.
Lebih lanjut, Penny bilang jika masih terdapat produsen yang mencantumkan label itu akan
dikenakan sanksi. Meski dirinya tidak menyebut secara rinci sanksi apa yang diberikan.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun mengatakan, kampanye negatif
itu belum berdampak pada menurunnya produk crude palm oil Indonesia.
Meski begitu, adanya kampanye negatif itu memperburuk persepsi produk sawit.
"Kami melihat citra sawit seolah-olah makanan tidak baik atau merusak lingkungan karena
Eropa mengatakan kalau ikut makan, ikut merusak hutan," ujar Derom.
Lepas Ekspor Olahan Sawit ke China
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas
ekspor hasil olahan sawit senilai Rp80 miliar ke China di Balikpapan, Senin (22/7/2019).
RBD Palm Oil sebanyak 13.000 Metrik Ton yang diekspor merupakan salah satu produk
pertanian asal Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, A.M Adnan mengatakan,
akan terus memacu peningkatan ekspor komoditas pertanian unggulan daerah.
"Layanan cepat ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan akuntabilitas
pelaksanaan sertifikasi ekspor karantina pertanian," ujarnya.

