Page 47 - E-Klipping Rilis BPOM terkait OT TMS
P. 47
Judul : Waspada! BPOM Temukan Ribuan Kasus Peredaran Obat llegal di Wilayah
Indonesia Selama 2022
Nama Media : pikiran-rakyat.com
Tanggal : 8/1/2023
Halaman/URL : https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1016947429/waspada-
bpom-temukan-ribuan-kasus-peredaran-obat-llegal-di-wilayah-indonesia-
selama-2022
Tipe Media : Media Online
Sepanjang tahun 2022, BPOM
menemukan 1.133 kasus obat ilegal di
seluruh Indonesia, yang terdiri dari kasus
obat tidak memenuhi syarat, kasus obat
tanpa izin edar, serta kasus obat yang
diproduksi dan/atau diedarkan tanpa
keahlian dan kewenangan.
Sedangkan, untuk jenis obat yang paling
sering ditemukan adalah golongan (obat-
obat tertentu yang rawan disalahgunakan,
yaitu triheksifenidil, tramadol, dan
Dekstrometorfan.
Obat yang tidak memenuhi syarat, tidak
HA memiliki izin edar, serta diproduksi
dan/atau diedarkan tanpa keahlian dan
kewenangan, tidak dapat dipastikan
keamanan, khasiat, dan mutunya yaitu
THOR HAMMEE THOR, KAMAGRA,
Oval Jelly, week pack, Oral Jelly, Sald,
LADY ERA, OMSAFIL.
Kasus ini tersebar mulai dari BPOM RI dan Kalimantan dan Sulawesi sebanyak TIE 290 kasus, TKK
172 kasus, TMS 18 kasus, Sumatera ,TIE 79 kasus, TKK 188 kasus, TMS 5 kasus Obat dan NAPPZA
di Wilayah Indonesia Tahun 2022.
Nama lain dari NAPPZA yaitu Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif sedangkan TIE yaitu
Tanpa Izin Edar dan keterangan lain TKK Tanpa Keahlian dan Kewenangan dan terakhir TMS yaitu
merupakan nama lain dari Tidak Memenuhi Syarat