Page 4 - PLEBITIS
P. 4

KLASIFIKASI PHLEBITIS



                                 Beberapa jenis plebitis menurut Gorski (2018):


          Plebitis mekanikal (mekanik)



          Plebitis mekanik terjadi karena ukuran jarum yang terlalu besar sehingga menggangu aliran darah
          disekitarnya, serta menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah. Sealin itu juga disebabkan

          karena  lokasi  insersi  tidak  tepat,  seperti  jika  kateter  ditempatkan  pada  area  fleksi  sering
          menyebabkan phlebitis mekanik.


          Plebitis cemical (kimia)


            Plebitis kimia terjadi karena iritasi tunika intima oleh obat dan /atau jenis cairan yang memiliki pH
          tinggi atau rendah ( asam atau basa ), serta osmolaritas cairan yang tinggi. Cairan atau obat dengan

          pH < 5 atau > 9 atau yang memiliki osmolaritas > 375 mOsm/ldapat menyebabkan iritasi lapisan
          intima vena sehingga merangsang terjadinya proses inflamasi dan thrombosis.

                                Jenis  bahan  kateter  dapat  meningkatkan  risiko  plebitis.  Beberapa  bahan  yang  berbeda
          digunakan  dalam  pembuatan  kateter.  Kateter  yang  terbuat  dari  elastomer  silikon  dan  poliuretan

          memiliki  permukaan  mikro  yang  lebih  halus,  bersifat  termoplastik,  lebih  hidrofilik,  menjadi  lebih
          fleksibel daripada polytetrafluoroethylene (Teflon) pada suhu tubuh, dan menyebabkan iritasi vena

          lebih sedikit.


          Bacterial phlebitis


                  Plebitis  bacterial  adalah  inflamasi  lapisan  intima  vena  yang  disebabkan  karena  infeksi  bakteri.

          Komplikasi ini dapat menjadi sangat serius , Dalam hal ini, hygine tangan orang yang memasang infs
          memengang  peranan  penting  dalam  timbulnya  komplikasi  tersebut.  Plebitis  ini  ditandai  dengan

          tromboplebitis  supuratif  atau  purulen  dengan  karakteristik  adanya  cairan  purulen  di  vena.
          Komplikasi serius ini terkait dengan infeksi aliran darah dan membutuhkan operasi pengangkatan
          pembuluh darah.


          Plebitis post-infus


                    post-infus  mrupakan  komplikasi  lain  yang  biasa  dilaporkan  oleh  pasien  dengan  terapi  infus.

          Komplikasi  ini  berhubungan  dengan  inflamasi  pada  vena  yang  biasanya  terjadi  dalam  waktu  48
          sampai  96  jam  setelah  kateter  dipasang.Faktor-faktor  yang  mempengaruhi  terjadinya  phlebitis

          post-infus adalah: kurangnya kemampuan dalam tehnik insersi kateter, kelemahan pasien,
          .






                                                             3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9