Page 255 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 255

Anastasia  Wiwik Swastiwi  adalah  Peneliti  di Balai
                                                 Pelestarian Nilai  Budaya  Kepulauan Riau. Menyelesaikan
                                                 Pendidikan S1 Jurusan Sejarah di Universitas Gadjah Mada
                                                 Yogyakarta (1992). S2 Jurusan Sejarah di Universiti Malaya
                                                 Kuala Lumpur Malaysia (2007) dan S3 di Pengajian Asia
                                                 Tenggara  di Universiti Malaya  Kuala  Lumpur Malaysia
                                                 (2017). Kajian-kajian penelitiannya  fokus pada  tema
                                                 Sejarah Melayu, Sejarah Kebudayaan dan Sejarah Maritim.
                                                 Telah  melakukan penelitian sejak tahun 1998, beberapa
                                                 publikasi yang telah diterbitkan antara lain :

                                                 “Peranan  Pedagang  Perantara  Cina  Dalam  Kehidupan
                                                 Sosial  Ekonomi  Masyarakat Tanjungpinang”  (1999),
                                                 “Kerajaan  Johor  Riau  Lingga  Pada  Masa  Pemerintahaan
                                                 Sultan Mahmud Syah III” (2000), “Sejarah Penambangan
                                                 Bouksit di Pulau Bintan” (2001),  “Pelabuhan Riau :
                                                 Hubungan dan Peranannya  Dengan Daerah  Hinterland
                                                 1700-1973”  (2001), “Istana  Kota  Pring  (1777-1787)  :
                                                 Aset Sejarah  Yang  Terlupakan”  (2002), “Transportasi
                                                 Laut di Kepulauan Riau 1980-2002 : Suatu Kajian Sejarah
                                                 Maritim”  (2003),  “Melayu  Jambi  :  Suatu  Kajian  Sejarah
                                                 Etnis” (2004), “Bangka  Belitung :  Peninggalan  Sejarah
                                                 Abad 7-20” (2005), “Pantun Melayu : Masa Lalu dan Masa
                                                 Kini” (2006), “Perlawanan Kerajaan Jambi Terhadap Johor
                                                 Abad 17” (2006), “Joget Dangkung dan Perkembangnnya
                                                 di Kepulauan Riau sejak 1913 Hingga Alaf Baru” (2007),
                                                 “Joget Dangkung and Its Survival Among Coastal Malay
                                                 Society  In Riau Archipelago, Indonesia” (2008),  “Kota
                                                 Rebah : Pusat Pemerintahan Johor Riau Lingga 1673-1777”
                                                 (2008), “Toponimi Daerah Natuna” (2009), “Sejarah Pulau
                                                 Benan” (2010),  “Kepulauan Riau Dan Dinamika Sosial
                                                 Ekonominya”(2011), “Perubahan sosial Masyarakat Melayu
                                                 Kepulauan Riau Terhadap Keseniannya” (2012), “Lintasan
                                                 Sejarah  Jambi  Abad  7-14”  (2012), “Pulau Galang Wajah
                                                 Humanisme  Indonesia.  Penanganan Manusia  Perahu
                                                 Vietnam 1979-1996” (2012), “UU Hamidy dan Pemimpin
                                                 Melayu. Dalam Gelanggang Budaya Melayu 70 Tahun UU
                                                 Hamidy” (2013), “Hikayat Penerang Hati (Kajian Naskah
                                                 Kuno)” (2014), “Pulau Tujuh : Sejarah dan Masyarakatnya
                                                 pada Naskah Pohon Perhimpunan Peri Perjalanan” (2015),
                                                 “Jaringan  Perdagangan  di  Sungai  Carang  Abad  17-20.
                                                 Dalam Derai  Canang  Sungai  Carang”  (2016), “Lintas






              238                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   250   251   252   253   254   255   256   257   258