Di Desa Rowosari, hidup dua anak yang sangat
menyukai kesenian tradisional barongan.
Mereka adalah Fahri dan Vino. Fahri adalah anak
asli desa yang sudah sejak kecil akrab dengan
budaya setempat, sementara Vino adalah anak
dari keluarga Sunda yang pindah ke Rowosari
beberapa tahun yang lalu.