Page 18 - MODUL BK_deal
P. 18

Dalam  bentuk  verbal,  misalnya:  disaat  orang  lain  berbicara  biasanya  spontan  kita  berkata
                   “Alla....Gayanya...” dsb. Dalam bentuk gerakan fisik, misalnya: disaat kita berbicara ataukah orang lain
                   berbicara biasanya kedua tangan spontan pindah atau bergerak atau berada pada bagian depan bawah
                   perut, dsb. Dalam bentuk bahasa tubuh, misalnya: disaat orang lain berbicara biasanya secara spontan
                   posisi mulut dan bibir senyum simetris,


                   Bagaimana Menjadi Pembicara Efektif ?


                   Ada tiga macam perilaku berbicara dalam berkomunikasi yakni: perilaku agresif; perilaku pasif dan perilaku
                   asertif.

                   Perilaku berbicara agresif adalah cara berbicara yang bersifat konfrontasi, keras, kasar. Si pembicara tidak
                   tertarik akan apa yang dikatakan pendengar.

                   Perilaku  pasif  adalah  kebalikan  dari  agresif.  Si  Pembicara  berusaha  menyenangkan  lawan  bicara,
                   cenderung berbicara secara halus, khawatir melakukan kesalahan.

                   Sedangkan  Perilaku  berbicara  asertif  adalah  berbicara  secara  langsung,  jujur,  dan  berorientasi  pada
                   tujuan, menggunakan kemampuan mendengar aktif. Perilaku asertif cenderung membina sesuatu dalam
                   hubungan positif jangka panjang, saling menghormati dan saling memuaskan kepentingan lawan bicara.






                   Pentingnya Memperhatikan Pesan dalam Komunikasi

                        Suatu kesalahan yang sering terjadi pada setiap pihak di saat proses komunikasi sedang berlangsung
                   sehingga menyebabkan komunikasi itu tidak efektif adalah tidak memperhatikan pesan dengan baik ketika
                   orang  lain  (pihak  pertama  sebagai  pembicara). Kesalahan  ini  terjadi  hampir  dialami  oleh  setiap  orang
                   terutama bilamana dalam kondisi tidak kondusif, misalnya karena suasana bising, menghayal, kondisi lapar,
                   tidak sehat, dan seterusnya. Bilamana hal terjadi, maka kemungkinan banyak pula konsekuensi yang terjadi,
                   diantaranya : merasa kecewa, tidak dihargai, dan hubungan kurang harmonis, dan seterusnya. Anda sendiri
                   bisa  bayangkan  kemungkinan  konsekuensi  apa  saja  yang  akan  terjadi  bilamana  suatu  pesan  dalam
                   komunikasi tidak diperhatikan dengan baik


                   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi
                      Sebagai  makluk  sosial  komunikasi  merupakan  hal  yang  paling  dekat  dengan  kita.  Apa    sebenarnya
                   komunikasi  itu?  Komunikasi  dapat  kita  artikan  sebagai  berbagi  pikiran,  informasi  dan  intelijen.  Segala
                   bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain
                   merupakan  tujuan  komunikasi.  Lalu  jika  pesan  yang  kita  maksudkan  tersebut  tidak  sesuai  dengan
                   penangkapan lawan bicara kita, terjadilah mis-komunikasi. Sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan
                   kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik
                   secara  eksternal.  Di  era  modern ini  mungkin  nampak  'tolol'  melihat  seseorang  berusaha menciptakan
                   kesadaran komunikasi. Banyak di antara kita memberi sedikit perhatian pada hal ini tetapi kenyataanya
                   komunikasi  ini  terus  berlangsung,  tak  peduli  siapa  Anda,  jika  Anda  tidak  bisa  berkomunikasi  dengan
                   semestinya maka tak seorangpun akan mendengarkan Anda. Bagiamana membangun sebuah komunikasi
                   efektif tersebut, berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi pertimbangan untuk dikembangkan :

                   Kontak Mata
                      Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil
                   jeda  untuk  memulai  sebuah  pembicaraan.  Ini  merupakan  salah  satu  cara  yang  membantu  untuk
                   menciptakan  kesan  baik  pada  lawan  bicara.  Usahakan  mempertahankan  kontak  mata  sepanjang
                   pembicaraan, agar lawan bicara Anda tak merasa diabaikan.
                   Ekspresi Wajah


                                                                15
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23