Page 21 - MODUL
P. 21
5. Mengamati latar belakang kehidupan (lingkungan hidup ) peristiwa untuk
meneukan keterkaitan dengan peristiwa yang telah terjadi.
6. Melakukan wawancara dengan orang terdekat peristiwa atau pun saksi-saksi
yang mengetahui latar dan proses terjadinya peristiwa .
7. Mengumpulkan seluruh informasi yang telah diperoleh kemudian menyusun
menjasi kerangka peristiwa yang utuh.
8. Menentukan tema.
9. Memilih dan menetapkan peran dan sifat tokoh.
10. Merancang alur dan latar.
11. Menulis dialog tematis.
12. Menulis dialog sesuai dengan perkembangan konflik.
Untuk Diingat
Dalam menyusun teks drama, tentu kamu harus menulisnya sesuai dengan kaidah penulisan yang benar.
Berikut merupakan kaidah penulisan naskah drama yang benar.
1. Pada setiap dialog atau pergantian peran pelaku ditulis nama pameran.
2. Kalimat dalam naskah drama berupa kalimat langsung.
3. Kalimat penjelas yang bersifat penceritaan ditulis tanpa nama pemeran.
4. Keterangan penjelas dari pengarang (petunjuk pementasan)ditulis dalam tanda kurung.
5. Keterangan atau cara memerankan atau ekspresi tokoh ditulis di antara tanda kurung dan ditulis dengan
huruf kecil tanpa titik atau berawal huruf capital tanpa titik dan dicetak miring.
Contoh:
- ( memandang lagi pada sang pemuda )
- ( memandang lagi pada sang pemuda)
6. Deskripsikan tempat dan suasana ditulis seperti kalimat pada umumnya.
7. Sebelum petikan langsung diawali dengan penulisan titik dua (:)
Contoh :pemuda “Apa yang kamu mau ?”
8. Penulisan unsur lain ( prolog dan monolog) ditulis dengan huruf miring atau huruf kapital semua.
Latihan
1. Sebutkan tokoh-tokoh drama tersebut berikut karakter mereka masing-masing!
kutiplah dialog yang mendukung jawabanmu!
2. Kamu telah mengidentifikasi tokoh-tokoh drama “Ayahku Pulang” . Klasifikasikan
tokoh yang termasuk pratagonis dan antagonis! Klasifikasikan juga mana yang