Page 389 - Artikel Prosiding SEMNAS PGSD UMC 2022
P. 389
Budaya dan Karakter Bangsa, tentunya dengan model yang dikembangkan sendiri oleh masing-
masing lembaga diantaranya adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler (ABIDIN, 2019).
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional kurikulum yang perlu disusun
dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan. Dalam
membentuk karakter siswa, pihak sekolah perlu mengadakan kegiatan kegiatan positif yang dapat
mendukung proses pembentukan karakter peserta didik. Salah satu kegiatan positif yang bisa
dilakukan pihak sekolah yaitu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membantu dalam
pembentukan karakter siswa . Ekstrakurikuler dapat diartikan dengan sebuah kegiatan pendidikan
yang membantu mengembangkan peserta didik sesuai dengan potensi, bakat, kebutuhan dan minat
siswa, kegiatan ini diluar mata pelajaran di kelas atau kegiatan non formal. Kegiatan ini diadakan
dalam setiap sekolah atau madrasah dan diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan.
Diadakannya kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan meningkatkan kemampuan afektif, kognitif dan
psikomotor. dan pula adanya kegiatan ekskul di sekolah dapat mampu membentuk sebuah karakter
siswa sesuai dengan bakat dan minat siswa itu sendiri (Amalia, 2003). Pembentukan karakter di
SDN 4 Kenanga dilakukan pihak sekolah dengan banyak cara, salah satunya dengan mengadakan
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Ada banyak sekali kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang ada di
SDN 4 Kenanga seperti pramuka, pencak silat, menggambar & melukis, tari, vokal, dan lainnya,
dengan adanya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut dapat membantu proses pembentukan
karakter peserta didik. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana
pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diberikan kepada siswa di SDN 4
Kenanga. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian di SD tersebut dengan judul “Kegiatan
Ekstrakurikuler Dalam Pembentukan Karakter Siswa SDN 4 Kenanga”.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berbentuk deskriptif. Hal ini
dikarenakan penelitian ini berusaha memaparkan realitas yang ada tanpa memerlukan data yang
berupa angka-angka (kuantitatif), dan berusaha menggambarkan suatu keadaan beserta segala
aspeknya dalam rangka pemberian informasi sejelas jelasnya kepada pembaca, kegiatan
ekstrakurikuler di SDN 4 Kenanga ini terbilang sangat aktif.
Dengan kata lain, penelitian ini menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya
tentang situasi yang dialami, suatu hubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang tampak, atau
tentang suatu proses yang sedang berlangsung, pengaruh yang sedang bekerja, kelainan yang
sedang muncul, kecenderungan yang tampak dan sebagainya. Pelaksanaan metode-metode
deskriptif tidak terbatas hanya sampai pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi
analisa dan interpretasi tentang arti data itu sendiri.
Dalam perspektif pendekatan dan jenis penelitian, maka penelitian ini berusaha memaparkan
realitas pembentukan karakter siswa di SDN 4 Kenanga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang
meliputi implementasi nilai-nilai karakter, faktor pendukung dan faktor penghambat
pengembangan karakter siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Paparan tersebut berasal dari data-
data hasil wawancara dan dokumentasi. Untuk mengolah dan menginterpretasikan data tersebut,
maka peneliti menggunakan beberapa langkah yaitu: Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian
Data, Penarikan kesimpulan atau verifikasi (Ar-raniry & Aceh, 2021).
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan ekstrakurikuler sangat berpengaruh sekali dalam pembentukan karakter siswa di
SDN 4 Kenanga Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
kognitif, emosional dan psikologis siswa. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler dilakukan untuk
mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pengembangan pribadi menuju pembangunan
380

