Page 440 - Artikel Prosiding SEMNAS PGSD UMC 2022
P. 440
siswa untuk berada di sekolah, sehingga memungkinkan guru untuk memberikan arahan,
pembiasaan, serta bimbingan kepada siswa, yang mana sasaran karakter ini ada pada sikap.
Menurut (Fauziah et al., 2021) Karakter merupakan suatu bentuk kepribadian yang sudah ada
dalam diri setiap individu. Namun, perkembangan karakter tidak dapat berjalan dengan sendirinya,
melainkan perlu proses pembentukan karakter. Pembentukan karakter dapat memberikan kesadaran
pada setiap peserta didik.
Karakter religius merupakan salah satu jenis pendidikan karakter, yang mana didalamnya
memperhatikan dan memuat banyak aspek, baik itu sikap, adab, moral, dan sebagainya. Karakter
ini bisa diimplementasikan melalui banyak hal. Menurut (Sahlan, 2010) menjelaskan bahwa dalam
mengimplementasikan nilai karakter religius dapat dilakukan melalui peraturan kepala sekolah,
implementasi kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan lainnya yang dilaksanakan
semua warga sekolah secara terus-menerus. Sehingga penguatan karakter berbasis religius dapat
tercapai sesuai yang diharapkan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kegiatan
tersebut adalah mencontohkan keteladanan, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan ikut
berperan aktif.
Pesantren Ramadhan
Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi dengan kemuliaan. Sehingga bulan ini menjadi
bulan yang amat ditunggu oleh umat muslim, di bulan ini umat muslim berlomba-lomba untuk
mengumpulkan pahala sebanyak mungkin melalui kegiatan-kegiatan positif sebagai bekal untuk
kehidupan di akhirat kelak. Salah satu kegiatan positif yang dilaksanakan di sekolah dasar biasanya
melaksanakan kegiatan pesantren kilat Ramadhan. Kegiatan pesantren Ramadhan merupakan
kegiatan islami yang menjadi perwujudan pendidikan karakter religius di sekolah dasar. Menurut
(Erdawati et al., 2020) Beberapa nilai yang terkandung dalam tata cara kehidupan pesantren kilat,
antara lain:
a. Adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan. Kegiatan pesantren kilat dapat melatih
peserta didik untuk hidup sederhana dan membangun kebersamaan antar peserta didik.
b. Adanya suasana kekerabatan dan kekeluargaan. Dengan membangun kebersamaan, maka
akan terjalin keakraban dan kekeluargaan antar peserta didik. Sehingga dapat memperbanyak
hubungan dengan banyak orang.
c. Adanya peningkatan pengamalan, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pesantren kilat memberikan pengalaman yang tentunya bermanfaat bagi kehidupan
sehari-hari.
d. Tidak hanya itu, dalam kegiatan pesantren diharapkan siswa dapat menambah pengetahuan
keagamaan, dan dapat menjadi perisai dalam banyaknya perilaku menyimpang dalam
kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai kendali atas
pengaruh globalisasi saat ini.
B. METODE PENELITIA
Penelitian ini dilakukan di SDN Pelandakan 1 Kota Cirebon yang dilaksanakan pada tanggal
22-27 April 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
deskriptif.
Menurut Nazir (Nazir, 2014) penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang berguna
untuk meneliti sekelompok manusia, suatu objek, kondisi, sistem pemikiran, ataupun situasi pada
masa kini. Sedangkan analisis deskriptif merupakan suatu penjelasana dan penjabaran yang jelas
dalam bentuk paragraf yang bertujuan memberikan suatu gambaran, dan deskripsi yang nyata atau
sesuai fakta. Teknik pengumpulan data dilakukan yakni melalui observasi langsung, dan
wawancara. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara
431

