Page 25 - BUKU PANDUAN TANWIR 2 NA
P. 25
Khusus di bidang kesehatan, Beban Ganda Malnutrisi atau
DBM (double burden of malnutrition) yang muncul sejak
satu dekade lalu yang berarti ko-eksistensi kekurangan gizi
dan kelebihan gizi makronutrien maupun mikronutrien,
ternyata menjadi masalah yang dialami sepanjang
kehidupan. Apabila problem anak Stanting terus muncul,
Bangsa ini sangat mungkin akan mengalami ketertinggalan
karena generasi mudanya tidak sehat secara fisik. Hal
tersebut berdampak buruk terhadap kecerdasan. Jika
dibiarkan maka kondisi ini dapat membebani negara.
Sehubungan dengan hal tersebut, kesadaran kolektif
gerakan perempuan muda di usia produktif untuk terus
berkarya dan mewujudkan kerja-kerja kemanusiaan yang
berdimensi perempuan menjadi salah satu cara untuk
mengartikulasikan kepentingan. Selanjutnya diperlukan
sebuah terminologi guna merumuskan sekaligus
menformulasikan dalam konsep, indikator dan capaian
yang akan dihasilkan.
Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan ramah perempuan
dan anak sejak 1931, menganggap bahwa perluasan
pemikiran terkait isu-isu yang sedang berjalan menjadi
sebuah hal yang wajib dipelajari sekaligus dikaji efek buruk
dan baiknya bagi arah gerak perjuangan serta posisi
Nasyiah akan berpihak seperti apa. Membela,
Meminimalisir atau justru larut dalam situasi-situasi yang
justru kontraproduktif. Disisi lain sebagai anak kandung
Muhammadiyah, tenda besar kultural bangsa ini, tentu saja
wajib untuk merawat sekaligus mempromosikan bangsa ini
agar dihuni oleh pihak-pihak yang berkomitmen untuk
menjaga NKRI dan mampu melindungi kekhasan nilai lokal
sebagai basis kekuatan ekosistem keluhuran bangsa.
Panduan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah 21

