Page 53 - E-Modul Nurfadillah
P. 53
metode mengajarnya. Evaluasi ini dapat dilakukan baik secara tertulis maupun lisan dalam
bentuk “assasment”.
5. Prinsip individualisasi Melaksanakan prinsip individualisasi diwujudkan dalam bentuk
mengajar hendaknya memperhatikan perbedaan antar individu siswa. Siswa sebagai
makhluk individu berbeda-beda, baik dari segi mental, misalnya perbedaan intelegensi,
bakat, minat dan sebagainya maupun berbeda dalam kecenderungan, misalnya ada yang
cend1erung lebih baik pada bidang estetika, tetapi kurang baik pada matematika. dan
sebagainya. Perbedaan individu tersebut dapat dilakukan dalam pemberian pelayanan
belajar, seperti bimbingan belajar, tugas-tugas, dan sebagainya.
6. Prinsip sosialisasi Prinsip ini menekankan bahwa guru dalam mengajar hendaknya dapat
menciptakan suasana belajar yang menimbulkan sikap saling kerjasama antara siswa.,
dalam mengatasi masalah. Cara belajar seperti itu memiliki dua keuntungan yang dapat
diperoleh yaitu:
a. Dapat membina dan mengembangkan kepribadian siswa terutama sikap demokrasi
b. Pengetahuan anak akan bertambah kokoh sebab di dalam proses belajar di antara
siswa terjadi saling memberi dan menerima.
Dalam prakteknya, keenam prinsip harus dilaksanakan secara integral. Prinsip konteks,
urutan, dan evaluasi merupakan prinsipprinsip yang digali dari bagaimana cara menyusun dan
menyajikan bahan kepada siswa, sedangkan prinsip individualisasi dan sosiolisasi
mendasarkan pada pemenuhan kebutuhan yang belajar. Sedangkan Menurut Mandigers,
mengemukakan prinsip-prinsip mengajar sebagai berikut: Prinsip-prinsip mengajar menurut
Mandigers sudah dikenal lama dan sudah menjadi bagian dari ilmu didaktik di Indonesia.
Prinsip-prinsip mengajar ini lebih terkenal dengan nama: Azas-azas didaktik. Menurut
Mandigers agar anak mudah dan berhasil dalam belajar, guru dalam mengajar harus
memperhatikan:
43