Page 24 - E-MODUL LIDIA PUTRI MARIANA
P. 24

Didalam  nukleus  terdapat  kromosom  yang  tampak  sebagai  massa  kromatin
               (DNA dan protein-protein terkait), dan satu atau lebih nukleolus (jamak, nukleoli),
               yang berfungsi dalam sintesis ribosom. Selaput nukleus terdiri dari dua membran yang
               dipisahkan oleh ruang sempit, berpori-pori dan dilapisi oleh kamina nukleus . Membran
               inti  atau karioteka,  yang  terletak  pada  bagian  paling  luar  dari  inti  sel.  Pada
               karioteka  terdapat  pori-pori. Tugas  karioteka  sebagai  tempat  pertukaran  zat

               dengan  sitoplasma. Selanjutnya  anak  inti  atau nukleolus,  fungsinya  untuk
               membentuk  rRNA  yang  nantinya  akan  menyusun  ribosom  (Hartono  dan
               Rosyidah, 2019).

            2.  Sitoplasma
                       Cairan  yang  ada  pada  sel  yang  terletak  di  antara  nukleus  dengan
               membran  plasma,  disebut  sitoplasma.  Terdapat  dua  komponen  penyusun
               sitoplasma yaitu: sitosol dan organel-organel. Sitosol merupakan bagian cair dari
               sitoplasma  yang  mengelilingi  organel. Jadi,  terdapat  70-90%  air  yang  di
               dalamnya juga mengandung zat-zat terlarut. Zat-zat terlarut tersebut seperti protein,

               lipid, dan zat sisa lainnya  adalah karbondioksida. Sitosol berfungsi sebagai tempat
               reaksi  kimia,  contohnya  yaitu  reaksi  glikolisis.  Selain sitosol,  pada  sitoplasma  juga
               terdapat organel-organel yang memiliki fungsi berbeda (Campbell, 2008).

               Maka dari itu sitopasma memiliki fungsi sebagai berikut:

                      •  Sebagai tempat berlangsungnya reaksi kimia,
                      •  Menyimpan berbagai jenis zat kimia yang digunakan untuk proses
                          metabolisme sel
                      •  Pelarut untuk semua protein dan senyawa dalam sel
                      •  Perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel


            3.  Ribosom
                       Ribosom terbentuk butiran kecil dengan diameter sekitar 20-22nm. Pada sel-
               sel tertentu dengan laju sintesis protein yang tinggi (misalnya, sel hati), akan memiliki
               jumlah ribosom yang sangat banyak hingga mencapai jutaan ribosom (Hartono dan
               Rosyidah, 2019).
               Ribosom dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
                 a.  Ribosom  bebas,  tersuspensi  di  dalam  sitosol.  Ribosom  bebas  menyintesis
                     protein yang akan berfungsi di dalam sitosol, seperti enzim metabolisme.
                 b.  Ribosom terikat, menempel pada retikulum endoplasma (RE), Ribosom terikat
                     penyintesis  protein  yang  akan  dimasukkan  ke  dalam  membran  RE,  sekresi
                     protein, serta pembungkusan pada organel tertentu seperti lisosom.















                   E-Modul Berdiferensiasi Pada Materi Sel Biologi Kelas XI                           22
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29