Page 34 - e-modul fluida statis primanora
P. 34

HIKMAH




                   Pada zaman dahulu Yunani dipimpin oleh seorang jenderal muda bernama Hiero. Kecakapan politik dan taktik
                   Hiero  membuat  dia  berhasil  mengkudeta  pemerintahan  dengan  cara  yang  efisien  dan  halus,  memimpin
                   secara  penuh,  Hiero  berhasil  memenangi  perang  terhadap  musuh-musuh  Syracusa  dan  akhirnya  rakyat
                   Syracusa memilih Hiero sebagai raja. Hiero menganugerahi dirinya sendiri sebuah istana dan sebuah mahkota
                   emas, untuk membuat mahkota ini, Hiero menimbang emas murni secara khusus dan memerintahkan seorang
                   pandai besi untuk membuatkannya mahkota berbentuk rangkaian daun salam dari emas tadi. Pandai besi
                   menyelesaikan  mahkota  itu  dan  Hiero  membayar  upah  pandai  besi  itu  dengan  kepuasan.  Beberapa  hari
                   sebelum  prosesi  penobatannya,  rumor  mulai  tersebar  bahwa  pandai  besi  itu  berlaku  curang  dengan
                   mencampuri mahkota itu dengan perak. Merasa marah, Hiero tetap mencoba bijaksana dengan menyelidiki
                   dulu  kebenaran  berita  itu.  Hiero  merasa  hanya  satu  orang  yang  bisa  membuktikan  kemurnian  emas
                   mahkotanya  yakni  keponakannya,  seorang  ahli  matematika  jenius  bernama  Archimedes.  Archimedes
                   menerima  permintaan  Hiero,  tapi  menyelesaikan  ini  tidaklah  mudah,  Archimedes  frustasi  mencari  cara.
                   seperti biasa Archimedes mencelupkan dirinya ke bak mandi di pemandian umum. Dia menyadari ada air
                   yang meluber keluar saat ia mencelupkan diri ke bak. Archimedes telah menemukan caranya, dia keluar dari
                   pemandian  telanjang  bulat,  pulang  ke  rumahnya  dan  berteriak,  "EUREKA!"  kepada  istrinya.  Metode
                   Archimedes sederhana saja, air akan memberi daya tekan ke atas sama besarnya dengan volume benda
                   padat yang dicelupkan di air tersebut, artinya pertambahan volume air =  volume benda padat. Archimedes
                   meminjam emas murni dengan berat yang sama (artinya volume juga sama, prinsip massa jenis) dengan
                   berat mahkota,   dia mencelupkan kedua benda itu  di tempat berbeda dengan  volume  air yang sama dan
                   mengukur  pertambahan  volume  airnya.  Mengasumsikan  mahkota  dan  emas  murni  (sebagai  pembanding)
                   terbuat  dari  material  yang  sama,  maka  pertambahan  volume  air  akan  sama.  Tapi  jika  benar  mahkota
                   dicampur dengan material lain, maka pertambahan volume air tidak akan sama. Setelah dicoba, ternyata
                   Archimedes  berhasil  membuktikan  bahwa  mahkota  itu  telah  dicampur  perak  dan  logam  lainnya  oleh  si
                   pandai  besi.  Merasa  marah,  Hiero  menghukum  mati  si  pandai  besi.  Prinsip  Archimedes  ini  kemudian
                   dirangkum dalam asas Archimedes yang sampai saat ini masih dipakai.








                                                     Pojok Refleksi



                        Berdasarkan cerita tersebut, sikap apakah yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan
                        sehari-hari? Coba jabarkan sesuai dengan pendapatmu

                        ...............................................................................................................................................
                        ...............................................................................................................................................

                        ...............................................................................................................................................
                        ...............................................................................................................................................






                                                           28
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39