Page 5 - Sejarah Indonesia
P. 5
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Uraian Materi
Pada awal abad ke-20, Nusantara muncul berbagai kelompok atau organisasi yang memiliki
konsep nasionalisme, seperti sarekat dagang Islam (yang kemudian berubah nama menjadi
sarekat Islam), Budi Utomo (BU), Indische Partij, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU),
Partai Komunis Indonesia (PKI), Taman Siswa, Gabungan Politik Indonesia, dan lainnya.
Munculnya organisasi-organisasi ini menandai sebuah fase perubahan perlawanan yang di
lakukan rakyat Nusantara terhadap pemerintah kolonial Belanda. Jika sebelumnya perlawanan
dilakukan secara fisik kedaerahan lalu berubah menjadi pergerakan nasional yang bersifat
lebih modern. Dan organisasi-organisasi ini memiliki tujuan yang sama yaitu terlepas dari
dari penjajahan.
A. Faktor Penyebab Munculnya Pergerakan Nasional
Jika kita membicarakan mengenai munculnya
organisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia,
maka ini tidak lepas dari peran pemerintah kolonial
Hindia Belanda yang menerapkan politk etis. Politik etis
merupakan politik balas budi yang diterapkan pada
tahun 1901 di Hindia Belanda, politik etis ini di
pelopori oleh seorang tokoh Belanda bernama C.Th.
Van Deventer (1857-1915). Van Deventer mengatakan
bahwa pemerintah Hindia Belanda telah
mengeksploitasi wilayah jajahannya untuk membangun
negeri mereka dan memperoleh keuntungan yang besar.
Kritikan itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan,
beberapa kelompok yang sependapat dengan Van Sumber: Museum Pendidikan Nasional UPI
Deventer mengungkapkan perlunya suatu kewajiban Gambar 1 Politik Etis
moral bagi Belanda untuk memberikan balas budi.
Keuntungan yang didapat dari hasil ekploitasi di tanah Hindia harus dikembalikan. Untuk
itulah perlu dilakukan perbaikan kesejahteraan penduduk melalui berbagai bidang kehidupan,
pendidikan, dan besarnya partisipasi masyarakat dalam mengurus pemerintahan, terdapat tiga
program politik etis, yaitu irigasi, edukasi, dan trasmigrasi. Adanya politik etis membawa
pengaruh besar terhadap perubahan arah kebijakan politik negeri Belanda atas negeri jajahan.
Namun dalam penerapan dari tiga program politik etis tersebut terdapat penyimpangan-
penyimpangan, sehingga hal tersebutlah yang memicu munculnya organisasi pergerakan
nasional.
Sejarah Indonesia Kelas XI

