Page 8 - E-MODUL PENCEMARAN AIR REVISI FIX
P. 8
E-Modul
Menurut Jeujanan (2019),dalam penelitiannya menjelaskan bahwa peningkatan keasaman
air (pH) untuk air terpolusi disebabkan oleh kandungan asam-asam organik dari pembuangan
sisa-sisa makanan, buangan pencucian piring dari Restoran serta pembuangan limbah rumah
tangga yang langsung ke danau Tondano dan angka penurunan tingkat keasaman akibat adanya
senyawa-senyawa asam lemah seperti HPO4-2., HCO3- dan CO2. Semakin banyak bahan organik
yang mudah dibusukan, oksigen yang tersedia dikonsumsi oleh bakteri pembusuk (aerob) dan
semakin tinggi kandungan bahan-bahan yang dibusukan semakin kurang oksigen terlarut.
Pencemaran lingkungan ini khususnya pada pencemaran air di Danau Tondano sangat
menarik untuk dijadikan pembelajaran yang nyata untuk dipelajari dan dikembangkan dalam
dunia pendidikan khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran pada siswa SMP lebih
tepatnya Siswa SMP yang tinggal sedaratan dengan Danau Tondano.
Pada tahun ini telah terjadi perubahan pembelajaran di sekolah yang membuat siswa sulit
belajar secara langsung di alam karena dunia telah digoncangkan dengan masa pandemik corona
virus sehingga seluruh dunia termasuk Indonesia memutuskan aturan pembelajaran yang baru
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan
Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona
virus Disease (Covid-19).
Dalam bidang pendidikan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangat berperan
dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, perkembangan TIK mendorong
terciptanya inovasi kreatif seperti konsep elektronik learning (e-learning). E-learning merupakan
proses pembelajaran atau pengajaran yang menggunakan rangkaian elektronik untuk
menyampaikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan. E-learning juga merupakan bentuk
pembelajaran jauh yang dilakukan melalui media intenet. (Wan,2009). Konsep pembelajaran ini
memudahkan siswa dan guru dalam memperoleh sumber belajar dengan akses yang mudah dan
ringan. Dalam rangka membelajarkan peserta didik terutama dalam keterampilan berpikir kritis,
berkreatif, berkerjasama dan berkomunikasi dalam pembelajaran (Depdiknas 2017), dibutuhkan
sebuah media bahan ajar berupa elektronik modul (e-modul).
A n g g e l i n a J e u j a n a n , P e n c e m a r a n A i r D a n a u T o n d a n o P a g e v i i i

