Page 25 - E - MODUL STUDI AGAMA KONTEMPORER
P. 25

pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara

                                      15
                            kekerasan.
                                Pada  lingkup  keagamaan,  radikalisme  merupakan  gerakangerakan

                            keagamaan yang berusaha merombak secara total tatanan sosial dan politik

                            yang ada dengan jalan menggunakan kekerasan. Sedangkan dalam studi Ilmu
                            Sosial,  Radikalisme  diartikan  sebagai  pandangan  yang  ingin  melakukan

                            perubahan  yang  mendasar  sesuai  dengan  interpretasinya  terhadap  realitas
                                                              16
                            sosial atau ideologi yang dianutnya.
                                Terorisme  adalah  serangan-serangan  terkoordinasi  yang  bertujuan

                            membangkitkan  perasaan  teror  terhadap  sekelompok  masyarakat.  Berbeda
                            dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti

                            waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta
                            seringkali merupakan warga sipil.

                                Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada
                            para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau

                            tidak  menuruti  peraturan  angkatan  bersenjata  tersebut.  Aksi  terorisme  juga

                            mengandung  makna  bahwa  serang-serangan  teroris  yang  dilakukan  tidak
                            berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para

                            pelakunya  ("teroris")  layak  mendapatkan  pembalasan  yang  kejam.  Akibat
                            makna-makna  negatif  yang  dikandung  oleh  perkataan  "teroris"  dan

                            "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis,

                            pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain.
                            Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya dari jihad ,

                            mujahid adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil
                            padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak

                                                             17
                            dengan mengatasnamakan agama.


                        15  Baidhowi, Islam Tidak Radikalisme dan Terorisme, (Semarang : Universitas Negeri Semarang :
                        2017) h. 200
                        16  Ismail Hasani dan Bonar Tigor Naipospos, Radikalisme Agama di Jabodetabek & Jawa Barat:
                        Implikasinya terhadap Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (Jakarta: Pustaka Masyarakat
                        Setara, 2010), h. 19
                               17  Ariffudin Tike, Dakwah dan Tuduhan Islam sebagai Agama Teroris, Makassar : Jurnal
                        Al-Khitabah, Vol. II, No. 1, 2015 : 1 – 15, h. 3



                                                              20
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30