Page 25 - C:\Users\Lenovo\Documents\Flip PDF Professional\E-modul lina (1)\
P. 25

Kegiatan Pembelajaran 2




                                  Sistem Hormon













                                Kekurangan tiroksin pada anak-anak
                                menyebabkan kekerdilan (kretinisme) .Penderita

                                tidak dapat mencapai perkembangan fisik dan

                                mental yang normal. Selain itu,pada ada orang

                                dewasa menyebabkan miksedema yang ditandai
                                dengan terjadinya edema (akumulasi air dan

                                musim di bawah kulit )

                                Kelebihan tiroksin menyebabkan timbulnya

                                eksoftalmos, yaitu  penonjolan pada bola mata
                                yang seakan-akan keluar). Selain itu, terjadi

                                peningkatan laju metabolisme dan detak jantung,

                                penurunan berat badan (walaupun nafsu makan
                                tetap atau bertambah), kelelahan, dan gugup.

                           2. Hormon kalsitonin berperan dalam menurunkan

                           kadar ion-ion kalsium dalam darah saat terlalu tinggi.


                  3.Kelenjar Paratiroid

                    Kelenjar partiroid atau kelenjar anak gondok terdiri atas
                 dua pasang (empat buah) kelenjar paratiroid yang

                 letaknya menempel pada permukaan belakang kelenjar
                 gondok (tiroid) . Namun, kelenjar paratiroid bukanlah

                 bagian dari kelenjar tiroid. Hormon yang dihasilkan oleh

                 kelenjar paratiroid adalah hormon paratiroid atau
                 parathyroid hormone (PTH).Fungsi utama PTH adalah

                 meningkatkan kadar ion-on kalsium dalam darah untuk

                 memobilisasi ion kalsium (Ca2+) dari rangka,


                                                                                                               II
                                                                              Sistem Koordinasi
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30