Page 45 - E-MODUL MITA
P. 45
2. Alat Ukur Sipat Datar
Sipat datar yang terdapat pada cairan dapat dimanfaatkan sebagai alat
petunjuk yang selanjutnya dikembangkan sebagai alat ukur beda tinggi
antara dua buah titik. Sedangkan pengukuran beda tinggi sendiri terdiri atas
beberapa teknik dan metode, seperti cara barometris yang memanfaatkan
perbedaan tekanan udara antara dua titik ataupun cara trigonometric yang
menerapkan prisip geometri. Ketiga jenis pengukuran beda tinggi tersebut
ternyata bahwa kesalahan pengukuran yang terkecil terdapat pada
pengukuran sipat datar. Hal inilah yang mendorong pengembangan
beberapa modifikasi alat sipat datar, sehingga muncul beberapa jenis
pengukuran sipat datar.
Untuk melakukan pengukuran sipat datar, selain alat sipat datar atau
waterpass atau levelling beserta komponennya, juga diperlukan alat
perlengkapan lainnya seperti tripod atau statip atau kaki tiga rambu ukur
atau baak ukur atau mistar ukur. Alat-alat ini umumnya dilengkapi dengan
nivo yang berfungsi untuk mendapatkan sipatan mendatar bagi kedudukan
alat-alat tersebut.
a. Komponen-Komponen Alat Sipat Datar
1) Lensa
Lensa adalah benda yang terbuat dari gelas yamg dibatasi oleh
dua bidang lengkung dari bulatan (bola). Kedua bulatan ini tidak perlu
mempunyai jari-jari yang sama. Garis lurus yang menghubungkan dua
titik pusat kedua bidang bulatan itu dinamakan sumbu optis lensa.
Titik pusat optis lensa terletak pada sumbu optis lensa.
Beberapa jenis dan bentuk lensa dapat dibedakan sebagai
berikut: (lihat pada Gambar 2.10)
MODUL DASAR-DASAR SURVEY DAN PEMETAAN
38
BY. MITA DWI PUTRI