Page 111 - BUKU SOSIOLOGI KELAS XII CPE_Neat
P. 111
Berkaitan dengan kebijakan pembangunan, menurut Nasikun,
masalah kemiskinan yang disebabkan oleh ketimpangan antara desa
dan kota merupakan implikasi strategi pembangunan yang bias kota.
Perwujudannya bukan hanya dalam bentuk jumlah investasi
pembangunan yang lebih banyak dicurahkan untuk pembangunan
pada sektor perkotaan, tetapi karena seluruh instrumen dan
mekanisme kerjanya bisa lebih menguntungkan kepentingan
penduduk kota (Soetomo, 2008).
Menurut Dixon, dengan pendekatan ekonomi politik, kemiskinan
dilihat sebagai akibat dari tidak meratanya penguasaan sumber daya
dalam masyarakat. Dengan kata lain, sistem sosial ekonomi yang
berlaku memungkinkan terkonsentrasinya kekuasaan dan sumber
daya pada pihak tertentu. Kondisi ini dapat terjadi pada skala
nasional maupun internasional. Sebagai contoh, harga jagung di
pasar internasional jatuh, akibatnya harga jual nasional turun, di
pedagang turun, dan efeknya berdampak pada petani. Petani
menderita kerugian sehingga menyebabkan kebutuhan tidak
terpenuhi dan posisi tawar mereka pun melemah.
Selain menjadi suatu masalah sosial, menurut Davis dengan teorinya
fungsionalis dari stratifikasi (Sulaeman Munandar, 2011),
kemiskinan ternyata juga memiliki sejumlah fungsi, sebagai berikut.
• Fungsi ekonomi, yaitu menyediakan tenaga untuk pekerjaan
tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja
baru, dan memanfaatkan barang bekas (pemulung).
• Fungsi sosial, yaitu menimbulkan altruisme (kebaikan spontan)
dan perasaan, sebagai sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si
kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain, dan memicu
munculnya badan amal.
• Fungsi kultural, yaitu sebagai sumber inspirasi kebijakan
teknokrat, dan serta memperkaya budaya saling mengayomi
antarmanusia.
• Fungsi politik, yaitu berfungsi sebagai kelompok gelisah atau
masyarakat marginal.
SOSIOLOGI XII Suplemen Pendidikan Pemilih 105

