Page 33 - C:\Users\Lenovo\Documents\FILE LAMA\2024\kerjoaan\pru\modul pur\
P. 33

Penutup
                         Rangkuman

                          1.  Pengertian  Gunung  Api:  Gunung  api  adalah  formasi  geologis  yang
                             terbentuk dari material seperti lava, abu, dan gas yang keluar dari dalam bumi.
                             Proses ini terjadi akibat aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng tektonik.
                          2.  Struktur Gunung Api: Bagian utama gunung api meliputi puncak, kawah,
                             dapur magma, dan lereng. Setiap bagian memiliki peran penting dalam proses
                             erupsi.
                          3.  Jenis-Jenis Gunung Api: Berdasarkan bentuk dan aktivitasnya, gunung api
                             dapat  dikategorikan  sebagai  gunung  api  perisai,  gunung  api  kerucut
                             (stratovolcano), dan kaldera.
                          4.  Proses  Erupsi:  Erupsi  gunung  api  dapat  bersifat  efusif,  di  mana  lava
                             mengalir  dengan  tenang,  atau  eksplosif,  di  mana  letusan  terjadi  dengan
                             kekuatan besar, melemparkan abu dan batuan ke udara.
                          5.  Dampak Letusan: Dampak langsung dari letusan meliputi aliran lava, abu
                             vulkanik,  dan  lahar.  Dampak  tidak  langsung  dapat  mencakup  kerusakan
                             ekonomi, gangguan kesehatan, dan perubahan iklim.
                          6.  Mitigasi  Bencana:  Mitigasi  bencana  melibatkan  langkah-langkah  untuk
                             mengurangi  risiko  dan  dampak  letusan  gunung  api,  termasuk  pemantauan
                             aktif, edukasi masyarakat, dan pengembangan infrastruktur.
                          7.  Kesiapsiagaan Masyarakat: Masyarakat di sekitar gunung api perlu terlibat
                             aktif  dalam  simulasi  evakuasi,  mengikuti  informasi  resmi,  dan  memiliki
                             rencana darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.































                                                              29
                                                               29
   28   29   30   31   32   33   34   35