Page 2 - MENCEGAH AURAT, DOSA DAN KESALAHAN
P. 2
KATA PENGANTAR
Semua manusia mempunyai naluri hati ingin selalu berbuat baik
terhadap dirinya, keluarganya dan lingkungannya yang dapat diterima
oleh Tuhan yang diyakininya masing-masing. Tuhan dari segala Tuhan
adalah Tuhan yang Maha Kuasa menciptakan alam semesta, langit dan
bumi dengan segala isinya.
Tuhan yang Maha Tuhan adalah Maha Cahaya yang berintikan super
Maha Dasyat sifat Kasih Sayang, dalam bahasa Arab disebut Allah dan
dalam bahasa Ibrani disebut Yehova.
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?"
Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya
kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada
hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang
merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (Al Qur’an surat (06) Al
An’aam ayat 12)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak
Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati)
mereka rasa kasih sayang. (Al Qur’an surat (19) Maryam ayat 96)
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang
kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah
menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya
barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan,
kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan
perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Al Qur’an surat (06) Al An’aam ayat 54)
Bila kita ingin menganut agama Allah yang akhirnya bisa diterima Allah,
bisa disukai Allah dan disetujui Allah, tidak ada jalan lain agama yang
kita anut dan kita yakini harus sesuai dengan keinginan Allah; sesuai
dengan aturan-aturan Allah yang telah dirangkum dalam satu kitab suci
yang mulia yaitu Al Qur’an. Oleh karena itu kitab suci Al Qur’an harus
kita kuasai maknanya agar agama yang kita anut dan kita yakini sejalan
dan sesuai dengan keinginan Allah.
MENCEGAH AURAT, DOSA DAN KESALAHAN i