Page 49 - MUTIARA HIKMAH SHALAT
P. 49

3.3. Sebagai  umat  beragama  Indonesia,  kita  wajib  mensyukuri

                        kemerdekaan  dan  mengaplikasikan  hikmah  shalatnya  dengan
                        menggali, mencari dan mempelajari persamaan-persamaan nilai-
                        nilai  agamis  dengan  agama  lainnya  untuk  memperkuat  tali
                        persaudaraan  manusiawi  diantara  umat  beragama,  walaupun
                        syariat agamanya berbeda-beda.

                   3.4. Sebagai  umat  beragama  Indonesia,  kita  wajib  mensyukuri
                        kemerdekaan dan mengaplikasikan hikmah shalatnya dengan ikut
                        aktif  dalam  organisasi  Forum  Silaturahmi  Antarumat  Beragama,
                        agar  dapat  memberikan  contoh  tauladan  kepada  anak,  cucu

                        sebagai  calon-calon  manusia  dewasa  Indonesia  bahwa  semua
                        agama berbeda dan tidak mungkin sama tetapi masih ada hal-hal
                        dan nilai-nilai yang sama untuk dijadikan jembatan agar manusia
                        dapat hidup rukun, damai dan sejahtera

               Musuh  utama  nabi  Muhammad  sudah  jelas,  yaitu  kebodohan,
               kemiskinan  dan  keterbelakangan.  Musuh  rakyat  Indonesia  bukannya
               perbedaan  jenis  kelamin,  bukannya  perbedaan  partai,  bukannya

               perbedaan  suku  bangsa,  bukannya  perbedaan  agama,  bukannya
               perbedaan  mazhab  dan  bukannya  perbedaan-perbedaan  lainnya  yang
               sangat banyak sekali.

               Mudah-mudahan  seluruh  rakyat  Indonesia  dapat  bersatu  padu,  seia
               sekata, sehati sepikir dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan di
               bumi  persada  Indonesia  ini,  melalui  karya  nyata  yang  langsung  dapat
               dirasakan oleh rakyat Indonesia miskin prasejahtera

               Karena  umat  miskin  jangan  sampai  diberi  bantuan  dalam  bentuk

               ceramah-ceramah  keagamaan  melulu,  tetapi  sebaiknya  langsung
               diberikan  bantuan  nyata  yang  berkaitan  dengan  kesejahteraan  umat.
               Diharapkan  bagi  umat  Islam  yang  mapan  dan  relatif  mampu  dapat
               bersatu  untuk  membantu  rakyat  Indonesia  yang  miskin,  tanpa
               membedakan mazhab, partai, agama paham, dan perbedaan-perbedaan
               lainnya yang tak mungkin habis sepanjang zaman.

               Jangan  sampai  rakyat  Indonesia  habis  enersinya  memperdebatkan

               perbedaan  paham  dan  program,  sedangkan  dilain  pihak  rakyat

               MUTIARA HIKMAH SHALAT                                                                  40
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54