Page 51 - E-Modul Ikatan Kimia Berbasis Problem based Learning Terintegrasi TPACK untk Fase F SMA
P. 51
E-Modul Ikatan Kimia Berbasis PBL Terintegrasi TPACK Untuk Fase F SMA
Ikatan Kovalen Polar dan Non polar
Sifat kepolaran dalam ikatan kovalen dipengarui oleh perbedaan keelektronegatifan dari
unsur yang membentuk molekul tersebut, sedangkan untuk menentukan kepolaran molekul
kovalen dilihat dari bentuk molekul dari atom-atom penyusun molekul tersebut. Jika molekul
kovalen yang terbentuk disusun oleh dua unsur non logam yang memiliki perbedaan
keelektroegatifan yang besar, Hal tersebut menyebabkan terjadinya pengkutuban dimana unsur
yang memiliki keelektronegatifan yang lebih besar akan cendrung berkutub negatif (-) dan unsur
dengan keelektronegatifan lebih kecil cendrung berkutub positif (+). Selain itu pasangan
elektron yang dipakai bersama akan tertarik ke arah unsur yang memiliki keelektronegatifan
yang lebih besar. Berikut struktur Lewis unsur
Ikatan kovalen polar merupakan ikatan kovalen yang H dan Cl beserta
keelektronegatifannya (X)
pasangan elektron ikatannya tertarik ke arah unsur yang
memiliki keelektronegatifan lebih besar. Ikatan kovalen polar
biasanya terjadi pada senyawa kovalen yang unsur-unsur
penyusunya memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. X= 2,0
Salah satu contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar
adalah HCl, dimana keelektronegatifan H lebih kecil dari Cl,
sehingga H yang cendrung berkutub positif (+) akan tertarik
kearah Cl yang memiliki kutub negatif (-) seperti pada Gambar
36 di bawah. X= 3.0
Gambar 35 Struktur Lewis unsur H dan Cl
(Sumber: Png wing)
PEI ditarik ke arah unsur Cl
Gambar 36 Struktur Lewis senyawa HCl Gambar 37 Bentuk 3-D senyawa HCl
(Sumber: Png wing)
(Sumber: Wikipedia)
Pasangan elektron ikatan ditarik oleh Pasangan elektron ikatan akan tertarik
unsur Cl yang memiliki kearah Cl sehingga sebagian unsur H
Gambar 24 Struktur molekul senyawa HCl akan terlihat menyatu dengan Cl
keelektronegatifan lebih besar
30