Page 24 - E-MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI BIOLOGI KELAS X
P. 24

Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang
            mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan
            yang  mengacu  pada  hubungan  evolusioner  sejak  jenis  nenek  moyang  hingga  cabang-cabang
            keturunannya. Sistem klasifikasi filogenik menjadi dasar dalam perkembangan sejarah klasifikasi 5

            kingdom.


             C. Tingkat Takson dan Klasifikasi




           Tingkatan takson adalah tingkatan unit atau kelompok makhluk hidup yang disusun mulai dari tingkat
           tertinggi  hingga  tingkat  terendah.  Urutan  tingkatan  takson  mulai  dari  tingkat  tertinggi  ke  tingkat
           terendah, yaitu kingdom (kerajaan) atau regnum (dunia), phylum (filum) atau divisio (divisi), classis

           (kelas) ordo (bangsa), familia (famili/suku), genus (marga), species (spesies/jenis), dan varietas (ras).


           a. Kingdom (Kerajaan) atau Regnum (Dunia)
           Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar. Organisme di
           bumi dikelompokkan menjadi beberapa kingdom, antara lain Kingdom Animalia (hewan), Kingdom
           Plantae (tumbuhan), Kingdom Fungi (jamur), Kingdom Monera (organisme uniseluler tanpa nukleus),
           dan Kingdom Protista (eukariotik yang memiliki jaringan sederhana).


           b. Phylum (Filum) atau Divisio (Divisi)
           Filum digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi digunakan untuk takson tumbuhan. Kingdom
           Animalia dibagi menjadi beberapa filum, antara lain Filum Chordata (memiliki notokorda saat embrio),
           Filum Echinodermata (hewan berkulit duri), dan Filum Platyhelminthes (cacing pipih). Sementara itu,
           Kingdom  Plantae  dibagi  menjadi  tiga  divisi,  antara  lain  Bryophyta  (tumbuhan  lumut),  Pteridophyta
           (tumbuhan  paku),  dan  Spermatophyta  (tumbuhan  berbiji).  Jika  kalian  cermati,  nama  divisi  pada
           tumbuhan memiliki ciri khusus, yaitu berakhiran -phyta,


           c. Classis (Kelas)
           Anggota  takson  pada  setiap  filum  atau  divisi  dikelompokkan  lagi  berdasarkan  persamaan  ciri-ciri

           tertentu. Nama kelas tumbuhan menggunakan akhiran yang berbeda-beda, antara lain -edoneae (untuk
           tumbuhan  berbiji  tertutup),  -opsida  (untuk  lumut),  -phyceae  (untuk  alga),  dan  lain-lain.  Contohnya,
           Divisi  Angiospermae  dibagi  menjadi  dua  kelas,  yaitu  Kelas  Monocotyledoneae  dan  Kelas
           Dicotyledoneae; Divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida (lumut hati),
           Anthocerotopsida  (lumut  tanduk),  dan  Bryopsida  (lumut  daun);  dan  Filum  Chrysophyta  (ganggang
           keemasan)  dikelompokkan  menjadi  tiga  kelas,  yaitu  Xanthophyceae,  Chrysophyceae,  dan
           Bacillariophyceae.














                                                                                                              16
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29