Page 10 - Draft Panduan Komisi Bimbingan FKIP 2022_Neat
P. 10

BAB 3

                          DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR


               2.1 Dosen Pembimbing Utama

                     Berdasarkan pada PAK Dikti 2019, dosen dengan kualifikasi magister dan doktor,
               yang memiliki jabatan akademik Asisten Ahli memiliki wewenang dan tanggung jawab

               sebagai dosen pembimbing utama (DPU). Dalam konteks pembimbingan skripsi, DPU

               memiliki wewenang dan tanggung jawab pada keseluruhan isi skripsi dari mahasiswa
               bimbingan.  Dengan model pembimbingan tugas akhir berbasis KeRis, Koordinator

               KeRis, tentunya dengan seizin Kombi, dapat mendistribusikan lebih awal siapa siaja

               dalam  anggota  KeRisnya  yang  memiliki  kewenangan  sebagai  DPU.    Selanjutnya,
               daftar nama calon DPU dapat diusulkan kepada Komisi Bimbingan Tugas Akhir untuk

               diusulkan sebagai DPU dari beberapa mahasiswa dalam KeRis tersebut.
                     Di samping sebagai DPU, secara otomatis mereka juga memiliki kewewenangan

               sebagai penguji utama skripsi. Oleh karena itu, sejak awal Kombi dapat memploting
               siapa saja dosen dalam KeRis yang layak diploting sebagai penguji utama.  Dalam

               panduan ini disepakati bahwa dosen penguji utama  diploting/ diambilkan dari KeRis

               yang berbeda.


               2.3 Dosen Pembimbing Pembantu
                     Berdasarkan pada PAK Dikti 2019, bagi dosen CPNS atau dosen tetap non PNS

               di  PTN,  yang  belum  memiliki  Jabatan  akademik  Asisten  Ahli  (Berstatus:  Tenaga
               Pengajar) dapat membantu dalam proses penyusunan tugas akhir.  Dalam konteks

               pembimbingan skripsi, DPP memiliki wewenang dan tanggung jawab pada bagian tata

               tulis skripsi dan keakuratan bahasa saja. Dengan model pembimbingan tugas akhir
               berbasis  KeRis,  Koordinator  KeRis,  tentunya  dengan  seizin  Kombi,  dapat

               mendistribusikan  lebih  awal  siapa  siaja  dalam  anggota  KeRisnya  yang  memiliki

               kewenangan  sebagai  DPP.  Selanjutnya,  daftar  nama  calon  DPP  dapat  diusulkan
               kepada Komisi Bimbingan Tugas Akhir untuk diusulkan sebagai DPP dari beberapa

               mahasiswa dalam KeRis tersebut.
                     Di samping sebagai DPP, secara otomatis mereka juga memiliki kewewenangan

               sebagai  penguji  pendamping  skripsi.  Oleh  karena  itu,  sejak  awal  Kombi  dapat
               memploting  siapa  saja  dosen  dalam  KeRis  yang  layak  diploting  sebagai  penguji




                                                            5
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15