Page 99 - eBook BUKU BABEL 2025
P. 99

PROFIL INVESTASI DAN POTENSI DAERAH
            98
                    PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG





            Sektor Tambang dan Galian

            Mining and Quarrying Sector


            Timah menjadi komoditas unggulan di sektor tambang   Tin is the leading commodity in the mining and quarrying
            dan galian, yang menopang perekonomian daerah serta   sector, supporting the regional economy and the people
            masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini,   of the Bangka Belitung Islands Province. Currently, Bumi
            Bumi Serumpun Sebalai juga berpredikat sebagai daerah   Serumpun Sebalai also holds the title of the largest tin-
            penghasil timah terbesar di Indonesia; yang memiliki   producing region in Indonesia, contributing significantly
            kontribusi signifikan dalam menempatkan Indonesia   to Indonesia’s position as one of the world’s largest tin
            sebagai salah satu negara penghasil timah terbesar di   producers.
            dunia.

            Dalam optimalisasi komoditas timah, Pemerintah Provinsi   In optimizing the tin commodity, the Provincial
            Kepulauan Bangka Belitung berpedoman pada prinsip-  Government of Bangka Belitung Islands adheres
            prinsip berkelanjutan; yang mengutamakan kelestarian   to sustainable principles, prioritizing environmental
            lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintah   preservation and community welfare. The government
            Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga terus berupaya   also continuously strives to promote the downstreaming
            untuk mendorong hilirisasi komoditas timah; dengan   of tin commodities by opening wide investment
            membuka pintu investasi seluas-luasnya bagi para   opportunities for businesses looking to invest in this
            pelaku usaha yang hendak menanamkan modalnya pada   sector.
            komoditas ini.
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104