Page 53 - ISI BUKU BABEL 2025
P. 53
PROFIL INVESTASI DAN POTENSI DAERAH
52
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Optimalisasi sektor pertambangan juga akan dilakukan Optimization of the mining sector will also be pursued by
dengan mendorong industri hilir yang terbukti sukses promoting downstream industries, which have proven
memberikan nilai tambah, mengakselerasi perekonomian successful in providing added value, accelerating the
daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, regional economy, improving community welfare, and
menekan angka pengangguran dan kemiskinan di reducing unemployment and poverty rates in the Bangka
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lebih penting lagi, Belitung Islands Province. More importantly, downstream
industri hilir di sektor pertambangan juga diyakini akan industries in the mining sector are also believed to
meminimalisir eksploitasi besar-besaran sumber daya minimize the large-scale exploitation of natural resources
alam (SDA) dan mengurangi dampak lingkungan. and reduce environmental impact.
“Investasi yang sejalan dengan sustainable development “Investment must be in line with the sustainable
goals (SDGs). Tidak merusak alam dan berkelanjutan. development goals (SDGs). It should not damage
Sehingga tetap terperlihara, terjaga, dan lestari nature and must be sustainable. This ensures that the
lingkungannya,” ujar Kepala DPMPTSP Darlan, S.Pd., MM. environment is preserved, protected, and sustained,”
stated the Head of DPMPTSP, Darlan, S.Pd., MM.
Dilanjutkan kepala dinas, kelestarian lingkungan harus He continued, explaining that environmental
menjadi pertimbangan utama dalam meningkatkan sustainability must be a primary consideration in boosting
geliat investasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. investment activity in the Bangka Belitung Islands
Mengingat perekonomian wilayah yang kaya akan Province. This is because the economy of the region,
sumber daya alam tersebut juga bergantung pada sektor which is rich in natural resources, also depends heavily
pariwisata, khususnya wisata alam. on the tourism sector, particularly nature-based tourism.

