Page 17 - e modul kelompok 3
P. 17
1.2.3 Apa yang membuat konsumen lemah?
1. Pilihan besar, rak tak berujung, kemegahan warna, dan lampu yang berkilauan memberikan suasana
yang membuatnya sulit untuk menemukan jalan, dan yang mendorong klien untuk mengadopsi sikap
konsumen yang impulsif. Di toko-toko kecil, hanya setengah dari jumlah pembelian yang dilakukan di
supermarket karena dorongan hati.
2. Sebuah supermarket mengingatkan kita pada dunia peri masa kanak-kanak: semua yang kita inginkan
ada dalam jangkauan kita. Hal-hal yang dapat membangkitkan minat kita ditempatkan di tempat yang
dapat kita jangkau. Produk yang kita beli bagaimanapun juga ada di rak atas atau di rak bawah, di area
yang hanya bisa kita jangkau dengan meregangkan atau menekuk. Penelitian telah menunjukkan bahwa
klien di supermarket dapat memasuki keadaan hipnotis (kelopak mata berkedip, yang biasanya terjadi
sekitar 32 kali per menit, berkurang menjadi setengah saat kita berjalan melalui supermarket, dan
mempercepat di kasir sebelum kembali normal). Kondisi ini sangat menguntungkan belanja spontan.
3. Area bermain, aktivitas untuk anak-anak, dll.
Membuat anak-anak dan remaja benar-benar yakin akan suatu produk dengan menyediakan area
bermain dan aktivitas untuk anak. Untuk alasan ini menjadikan anak-anak sebagai sasaran langsung.
Contohnya adalah H&M, Ikea, Mc Donald’s, atau Benetton.

