Page 14 - E-Modul Interaktif_Lingkungan Hidup_Berbasis STEcS
P. 14
Menurut Dermawan (2009) perilaku manusia yang dapat merusak lingkungan hidup dapat
digolongkan ke dalam tiga kategori:
(1) Pertumbuhan populasi manusia
(2) Konsumsi yang berlebihan atas sumber daya alam
(3) Polusi (pencemaran)
Pertumbuhan Populasi Manusia
Populasi dunia sedang berkembang sekitar 1,5 persen setiap tahun, dan secara kasar bertambah
90 juta orang di dunia ini setiap tahunnya. Pada tahun 2025, penduduk dunia diperkirakan akan
mencapai 8,5 milyar. Pertumbuhan penduduk yang pesat (tinggi) di suatu wilayah atau negara
dapat dipastikan akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan hidup. Pertumbuhan penduduk
yang tidak terkendali menimbulkan masalah dalam penyediaan lahan untuk permukiman dan
untuk usaha, fasilitas pelayanan sosial (pendidikan, rumah ibadah, kesehatan, air bersih, dan
transportasi), serta masalah sosial ekonomi dan sosial budaya lainnya.
Konsumsi SDA yang Berlebihan
Pemanfaatan atau eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan secara berlebihan atau kurang
bijaksana akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan hidup. Seharusnya, pemanfaatan
sumber daya alam dilakukan dengan memperhatikan dan menerapkan asas-asas pelestarian
lingkungan hidup. Kemajuan teknologi produksi dalam eksploitasi atau penambangan batu bara,
minyak bumi, bijih besi, emas, timah, bauksit, dan sumber daya alam lainnya, telah mengakibatkan
kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Eksploitasi tersebut mengakibatkan terjadinya
perubahan bentang alam, meningkatnya frekuensi tanah longsor, terbentuknya terowongan, serta
gangguan terhadap kehidupan satwa liar.
Polusi (Pencemaran)
Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata
lingkungan (tanah, udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan
manusia, hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti
sampah, limbah industry, minyak, logam berbahaya, dsb.) sebagai akibat perbuatan manusia,
sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.
E-Modul Interaktif Lingkungan HIdup Berbasis STEcS 3