Page 195 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 195

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945

                  Anggota MPR, yang Ketua Fraksi FKP itu memang
                  nyeletuk rasanya Tim Ahli yang sekarang itu lebih
                  hebat, lebih power full ketimbang yang dibayangkan
                  sebelumnya.  Dahulu  itu  hanya  ingin  dengar atau
                  memberikan tanggapan, tetapi sekarang betul-betul
                  sampai terjadi pergulatan di antara pakar-pakar
                  untuk bisa menyampaikan hasil yang meyakinkan
                  kepada PAH-I Badan Pekerja ini. Jadi, saya kira ini
                  satu yang sangat bagus, kita lebih baik bekerja baik
                  Tim Ahli maupun PAH-Itu sendiri.
                        Saya kira kita juga berterima kasih suasana
                  sekarang ini, lain dengan yang dahulu. Pak Ismail
                  Suny kalau kita dari bidang ekonomi ngomong itu kita
                  ditegur, kita Anggota MPR atau DPR itu pengalaman
                  harus membatasi dan harus ada wakil saja, dan
                  kita sekarang berbeda, kita memberi kesempatan
                  kepada semua pihak untuk menyampaikan apa yang
                  kita anggap perlu disampaikan. Meskipun saya kira
                  Pak Didik perlu diberikan kesempatan juga. Pak
                  Dawan Rahardjo memang anaknya sakit, keguguran
                  sehingga tidak bisa hadir, tetapi saya tidak perlu
                  kecil hati meskipun kelihatannya saya sendirian,
                  jangan seperti Gus Dur tidak takut, tidak, saya tidak
                  mengatakan itu.
                        Hal yang menjadi masalah sebetulnya, agak
                  berbeda dengan yang selama ini kita perbincangkan,
                  pada tiga halaman yang saya tulis baru saja dibagi,
                  saya merenungkan kembali status dari rancangan
                  perubahan Tap No. IX/MPR/2000 kemarin dijawab
                  oleh Pak Fahmi Idris, sebetulnya itu belum pernah
                  diterima, kalau begitu hanya baru usulan, anda nanti



                                       134
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200