Page 211 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 211
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
Sebelum menuju ke pos lintas batas di Oepoli, Kabupaten Kupang,
rombongan sempat mampir ke Belu. Dalam pertemuan malam hari dirumah
dinasnya, Bupati Belu Agustinus Taolin menjelaskan beberapa masalah
seperti infrastruktur jalan, perbaikan jembatan, kesehatan, irigasi, jaringan
internet, dan lain-lain yang sebelumnya ada kendala mulai teratasi. Namun
menurut dia, Pemda Tingkat II Kabupaten Belu, masih menantikan realisasi
anggaran dari dari pusat terkait dari beberapa proyek yang telah diputuskan
dalam Inpres No 1 Tahun 2021 tersebut yang masih dalam on progress dan
ditunda.
Sabtu 13 November 2021 dalam persiapan menuju ke pos lintas batas di
Oepoli, Kabupaten Kupang, Tim Pengawasan menyempatkan diri mampir di
desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT yang posisinya
tidak jauh dari PLBN Motaain. Tim melihat hasil pemboran sumur di desa
ini. Dengan kedalaman 60 meter dan debit air dua liter per detik, sumur
ini melayani 2.000 orang dan juga untuk irigasi. Timwas juga mendapat
penjelasan bahwa pembangunan jalan sepanjang 22 Km akan selesai 31
Desember 2021.
Menanggapi hal tersebut baik Y. Jacki Uly dan Anita Jacoba Gah
mengatakan akan melaporkan berbagai masalah yang dihadapi kepada
Ketua Timwas Rachmat Gobel dan nantinya diadakan rapat khusus dengan
beberapa menteri terkait.
Jacki Uly menambahkan, kegiatan ekonomi tidak boleh melemah apalagi
telah dibangun plaza, pasar, mess pegawai, dan wisma Indonesia untuk
menunjang ekonomi di sana. Dia juga mengingatkan agar pembangunan
infrastruktur baik PLBN Oepoli, jalan, dan jembatan jangan sampai
terhambat dan harus selesai sesuai rencana yang dijadwalkan.
Dari rangkaian keseluruhan paparan selama kunjungan Timwas
diharapkan, wilayah perbatasan berpotensi menjadi milestone dan wajah
terdepan Indonesia, sebagai cermin kemajuan pembangunan ekonomi yang
merupakan tekad Presiden Jokowi. Sejalan dengan butir ketiga “Nawa Cita”
yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah
dan desa dalam kerangka negara kesatuan, wilayah perbatasan tidak bisa
dipisahkan dari gagasan kemandirian bangsa.
Pembangunan yang merata dan kesejahteraan sosial bagi rakyat
Indonesia harus tetap dikedepankan, tentunya dengan tetap memperhatikan
segi pertahanan dan keamanan, karena wilayah yang stabil baik ekonomi
dan keamanan adalah kunci bagi kemajuan Indonesia menuju masyarakat
adil dan sejahtera. (*)
193

