Page 420 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 420

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                      Kualitas pendidikan di Gorontalo harus diperbaiki, agar bisa bersaing di
                   tingkat nasional maupun internasional dalam menghadapi era globalisasi.


                      4.  Untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  Rachmat  Gobel  juga
                   memberikan  bantuan BSPS  melalui  Kementerian PUPR  RI sebanyak 2.000
                   unit  rumah  untuk  ke  seluruh  Kabupaten/ Kota di  Gorontalo.  Selain  itu  ia
                   juga melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan rumah susun
                   untuk Asrama Santri Pondok Pesantren Al Khairaat di Kecamatan Tilamuta,
                   Kabupaten Boalemo.  Pesantren yang  berdiri  53 tahun  yang  lalu,  program
                   ini merupakan aspirasi masyarakat yang telah diatampung Rachmat Gobel
                   untuk diteruskan kepada Kementerian PUPR.
                      Berkat perjuangannya pembangunan Asrama Dua lantai untuk santri
                   dapat terwujud. Asrama ini memiliki kapasitas 56 santri yang akan dilengkapi
                   dengan tempat tidur susun beserta  kasur, dan lemari pakaian. Anggaran
                   pembangunan Rp 2,3 miliar dan rencana selesai dalam 5 bulan.
                      Dalam  pertemuan  dengan  AlKhairaat,  Rachmat  Gobel  mengatakan,
                   membangun SDM sangat penting. Ada filosofi bahwa sebelum memproduksi
                   sesuatu, SDM-nya harus disiapkan terlebih dahulu.

                      5. Sebagai Wakil Rakyat, Rachmat Gobel mengharapkan pemda memacu
                   bangkitnya UMKM. Harus ada insentif, dan hal ini harus menjadi pemikiran
                   pemerintah ke depan.  Sektor pangan dan fesyen didominasi  oleh pelaku
                   UMKM. Karena itu Rachmat Gobel mendorong dua sektor ini menjadi produk
                   unggulan berarti akan menyejahterakan rakyat banyak, akan menyerap
                   tenaga kerja yang sangat besar, dan yang terpenting akan membangun rasa
                   percaya diri bangsa, khususnya masyarakat Gorontalo..

                      6.  Di  tengah  masih  kecilnya  kontribusi  ekonomi  syariah  secara umum,
                   ternyata kita mendapati bahwa jumlah Lembaga Keuangan Mikro Syariah
                   justru sangat besar, yaitu 35,09%, sedangkan lembaga keuangan mikro
                   konvensional adalah 64,91 persen. Data tahun 2020 ini juga menunjukkan
                   bahwa nilai aset Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah 40,48%. Proporsi
                   ini tentu sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa pelaku ekonomi
                   syariah berada di  garda depan dalam memihak  dan membela ekonomi
                   mikro. Rachmat Gobel mendorong agar Bank Indonesia dapat memberikan
                   sosialisasi kepada  masyarakat Gorontalo serta memberikan bimbingan
                   teknis agar pelaku ekonomi  mikro dapat memahami  dan  berkontribusi
                   terhadap perbankan syariah.




                                                      402
   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425