Page 23 - MAJALAH 219
P. 23

LEGISL ASI






            Legislasi DPR RI, Luluk Nur
            Hamidah menegaskan, RUU PPRT
            ini memegang peran kunci untuk
            melindungi nasib jutaan PRT
            Indonesia beserta keluarganya,
            baik yang bekerja di dalam negeri
            maupun luar negeri. Termasuk, RUU
            ini didesain menjadi lex specialis yang
            terpisah secara khusus dari UU yang
            sudah eksis dan lex generalis berlaku
            sejauh ini, seperti UU KUHP.     FOTO: TIARA/NR
               “Jadi dari sekian banyak, baik itu
            korban kekerasan, pelecehan seksual,   Turut hadir sejumlah kalangan aktivis perempuan dari berbagai LSM, komunitas yang fokus pada isu hak pekerja
                                              rumah tangga, dan perwakilan PRT.
            bahkan pemiskinan karena banyak
            PRT yang digaji sekenanya, ditahan,   yang diatur kepada pemberi kerja   privat ini akan melindungi segenap
            tidak dibayarkan, dan seterusnya.   maupun juga kepada PRT,” tegasnya   harkat dan martabat bangsa.
            Maka bagi saya kekerasan ini sudah                                 Bahwa tidak boleh ada ruang yang
            cukuplah,” ujar politisi Fraksi PKB ini.   Tidak Campuri Ranah     memungkinkan munculnya tindak
               Di sisi lain, ia pun juga                                       pidana, meskipun di ranah domestik
            menegaskan bahwa RUU ini nantinya   Privat                         sekalipun, baik yang bersifat
            tidak hanya menekankan pada hak        Meski demikian, di tengah   kekerasan seksual, penganiayaan,
            dan kewajiban PRT, namun juga pihak   dinamika yang terjadi, muncul   eksploitasi pekerjaan, hingga
            pemberi kerja maupun penyalur PRT,   anggapan bahwa RUU ini terlalu   perbudakan.
            baik yang bersifat yayasan maupun   jauh mengatur urusan domestik
            perusahaan. Sehingga, penekanan   (rumah tangga) tiap orang yang      Justru dengan hadirnya RUU
            dari RUU ini adalah hadirnya      bersifat privat. Hal itu lantaran selama   PPRT ini, situasi kerja bagi PPRT
            semangat untuk win-win solution dari   ini praktik penggunaan jasa PRT   menjadi lebih rasional dan formal.
            tiga aspek yang berkaitan langsung   jamaknya berasal dari kalangan   Karena hak dan kewajiban PRT
            dengan PRT tersebut.              internal keluarga, atau lingkup   terlindungi, termasuk mereka
               Dengan demikian, jika dalam    internal institusi keagamaan, seperti   mendapatkan kesempatan
            ranah perusahaan swasta, seorang   pesantren. Sehingga, dikhawatirkan   meningkatkan keterampilan, jam
            karyawan terlindungi melalui aturan   RUU ini nantinya akan overlapping   kerja dan penghasilan yang jelas,
            yang bersifat Hubungan Industrial   dengan pengaturan lain yang sudah   hingga informasi pemberi dan
            (tripartit), maka di dalam ekosistem   lebih dahulu eksis, pun membuat bias   penyalur kerja yang diatur dengan
            kerja PRT juga terlindungi dengan   antara ranah privat dan publik.   tegas. “Apapun yang namanya
            adanya RUU ini. “Sehingga, ini punya         Menanggapi itu, Luluk   situasi kerja harus ada pengaturan.
            kepastian dengan hak kewajiban apa,   menegaskan bahwa justru dengan   Kalau tidak, maka akan ada
            siapa melakukan apa, apakah itu hak   masuknya negara ke dalam persoalan   eksploitasi,” ujar Luluk.
                                                                                  Meskipun demikian, Luluk
                                                                               memahami bahwa di lingkup-
                                                                               lingkup tertentu, seperti institusi
                                                                               keraton maupun pesantren,
                                                                               sering dijumpai masyarakat yang
                                                                               ‘mengabdi’ kepada tokoh yang
                                                                               dihormati dalam institusi tersebut.
                                                                               Menurutnya, hal ini tidak dapat
                                                                               masuk dalam pengaturan RUU
                                                                               PPRT. Sebab, para abdi dalam
                                                                               maupun santri yang bekerja
                                                                               tersebut tergolong pengabdian,
                                                                            FOTO: ARIEF/NR  yang relasinya bersifat kultural

                                                                               sosial-budaya, bukan struktural-
            Anggota Baleg DPR RI Luluk Nur Hamidah saat menyerahkan berkas persetujuan RUU PPRT sebagai RUU inisiatif DPR RI.   formal.   rdn/mh


                                                                          TH. 2023      EDISI 219      PARLEMENTARIA        23
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28