Page 83 - Stabilitas Edisi 211 Tahun 2025
P. 83
Keberadaan Holding
UMi itu usaha
masih terjaga pertumbuhannya, stabil keterbatasan yang mereka hadapi. Park mikro membuat
di level 5 persen. Selama ini kita terus menambahkan bahwa meski sektor UMKM ultra mikro
menjaga baik dari sisi permintaan maupun menyerap sekitar 60 persen tenaga kerja berkesempatan
dari sisi produksi ataupun supply side. di Indonesia, masih ada ruang besar untuk mendapatkan modal
Penguatan kesehjateraan yang dilakukan meningkatkan akses kredit yang lebih secara berjenjang,
oleh BRI dengan fokus pada UMKM besar dari bank serta integrasi yang lebih sejak usaha tersebut
bahkan di pedesaan sangat kami hargai dalam dengan ekonomi digital. belum memiliki
karena ini akan bersatu bersinergi dengan Keberhasilan Holding UMi dalam akses ke layanan
upaya Pemerintah,” katanya. mengembangkan UMKM di Indonesia keuangan formal.
menggambarkan bahwa sinergi antara
Digitalisasi UMKM lembaga keuangan, ekosistem digital, dan
Sementara itu Albert Francis Park, pengembangan komunitas memiliki peran
Chief Economist Asian Development vital dalam mendorong pertumbuhan
Bank (ADB), menekankan bahwa selain ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
akses kredit, UMKM juga membutuhkan Inovasi dan kolaborasi antara sektor
digitalisasi usaha agar dapat berkembang publik dan swasta ini menjadi langkah
berkelanjutan. Digitalisasi memungkinkan nyata untuk menciptakan perekonomian
UMKM untuk mengatasi keterbatasan yang lebih merata dan kuat di seluruh
modal dan akses pasar dengan cara yang Indonesia. Sebagaimana diungkapkan
lebih efisien. oleh Sunarso, “Kami yakin dapat
Digitalisasi menjadi kunci penting memberikan kontribusi besar pada inklusi
bagi perkembangan UMKM. Dengan keuangan dan pemberdayaan ekonomi,
kemudahan akses informasi, pengelolaan yang pada akhirnya mendorong UMKM
bisnis yang lebih efisien, dan peningkatan untuk naik kelas menuju masa depan yang
inovasi, UMKM bisa mengatasi tantangan lebih cerah.” *
www.stabilitas.id Edisi 211 / 2025 / Th.XX 83

