Page 339 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 339

Ana Silviana & Fareed Aziiz Al-Lathiif: Kebijakan Pemerintah Kota Semarang ...     331


                2.  Capak (kecakapan untuk membuat suatu perikatan.
                   Pasal 1330 KUH Perdata menentukan bahwa setiap orang adalah cakap untuk membuat
                   perikatan,  kecuali  undang-undang  menentukan  bahwa  ia  tidak  cakap.  Orang-orang
                   yang  dianggap  tidak  cakap  adalah  orang-orang  yang  belum  dewasa,  mereka  yang

                   dibawah pengampuan.
                3.  Suatu Hal tertentu.
                   Maksud dari Hal Tertentu ini mendapat pengaturan dalam Pasal 1332 dan Pasal 1333

                   KUH Perdata, bahwa hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan saja yang dapat
                   menjadi  pokok  suatu  perjanjian.  Dalam  hal  ini  suatu  perjanjian  harus  mempunyai
                   pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya (Pasal 1333 KUH Perdata).
                4.  Suatu Sebab yang halal (diperkenankan)

                   Isi  perjanjian  tidak  dilarang  oleh  undang-undang  atau  tidak  bertentangan  dengan
                   kesusilaan  dan  ketertiban  umum  (Pasal  1337  KUH  Perdata).  Suatu  perjanjian  yang
                   dibuat tanpa sebab atau dibuat karena suatu sebab yang palsu atau terlarang adalah
                   tidak mempunyai kekuatan hukum (Pasal 1335 KUH Perdata).

                  Ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata tersebut mengandung Syarat Subjektif dan Syarat
             Objektif. Syarat subjektif (syarat pertama dan kedua) ini harus dipenuhi oleh Subjek Hukum,
             dengan tidak dipenuhi syarat subjektif akan mengakibatkan suatu perjanjian menjadi dapat

             dibatalkan. Artimya, bahwa perjanjian tersebut menjadi batal apabila ada yang memohonkan
                          18
             pembatalan.
                  Syarat Objektif (syarat ketiga dan keempat) yang harus dipenuhi oleh objek perjanjian.
             Tidak dipenuhi syarat objektif akan mengakibatkan perjanjian tersebut batal demu hukum.

             artinya, sejak semula dianggap tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pernah ada
                              19
             suatu perikatan.
                  Objek dari sewa menyewa  dalam pemanfaatan aset ini adalah sebagian dari bidang
             jalan yang terletak di Jalan Pejunden Dalam Kelurahan Kecamatan Semarang Tengah. Jangka

             waktu sewa menyewa ditetapkan selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 4 Mei 2016
             sampai dengan tanggal 3 (tiga) Mei 2021. Setelah jangka waktu selelsai maka pihak penyewa
             diperi  prioritas  untuk  mendapatkan  perpanjangan  sewa  menyewa  selama  jangka  waktu

             tertentu setelah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
                  Terkait  dengan  objek  sewa  menyewa  dalam  penelitian  ini,  bahwa  disyaratkan  dalam
             klausula perjanjian bahwa Jalan Pekunden Dalam harus tetap berfungsi sebagai jalan umum
             yang bisa diakses oleh warga dan masyarakat umum secara bebas dan leluasa tanpa batas

             ruang dan waktu.
                  Syarat selanjutnya, bahwa pihak Investor harus menyediakan jalan alternatif selain jalan
             Pekunden  Dalam  yang  bisa  diakses  oleh  warga  dan  masyarakat  untuk  masuk  dan  keluar



                18  Komariah, Hukum Perdata, (Malang: Universita Muhammadiyah, 2002), hlm. 175-177
                19  Loc.cit
   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343   344