Page 346 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 346

338    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya


             macam status tanah, yaitu: tanah negara adalah tanah yang langsung dikuasai  oleh negara.
             Selanjutnya  Tanah  hak  adalah  tanah  yang  dipunyai  oleh  perorangan  atau  badan  hukum,
             artinya  sudah  terdapat  hubungan  hukum  yang  konkrit  antara  subjek  tertentu  dengan
             tanahnya.Terakhir Tanah ulayat adalah tanah dalam penguasaan suatu masyarakat hukum
                  4
             adat. Dari ketiga macam status tanah yaitu tanah negara, tanah hak, dan tanah ulayat, yang
             diatur  di  atas  maka  tanah  yang  banyak  menimbulkan  masalah  dan  yang  paling  sering
                                                                                                5
             menimbulkan ketidak adilan dalam masyarakat adalah tanah hak dan tanah ulayat.
                  Secara konstitusional, dasar pengadaan tanah untuk kepentingan umum oleh pemerin-
             tah diatur dalam Pasal 33 ayat (3) UUD yang menyatakan bumi, air dan kekayaan alam yang
             terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemak-
             muran rakyat. Pasal ini bermakna kekuasaan yang diberikan kepada negara atas bumi, air

             dan  kekayaan  alam  yang  terkandung  didalamnya  itu  meletakan  kewajiban  peruntukkan
             penggunaannya,  hingga  semua  tanah  diseluruh  wilayah  negara  Indonesia  dipergunakan
             untuk kemakmuran rakyat.
                  Pasal 2 ayat (1) UUPA mempunyai makna, pemerintah dapat sewaktu-waktu melakukan

             pengadaan tanah untuk kepentingan umum dengan pembebasan tanah dan pelepasan tanah
             kepada pemegang hak atas tanah yang terkena rencana pembangunan untuk kepentingan
             umum.Namun, rencana pembangunan tersebut harus tergolong dalam kepentingan umum

             sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Oleh sebab itu, kepentingan
             umum  berarti  adalah  kepentingan  sebagian  besar  masyarakat  yang  dapat  memberikan
                                                                                                6
             manfaat kepada masyarakat dan tidak bersifat komersial atau mencari keuntungan.  Dengan
             demikian,  dasar  hukum  yang  menjadi  fundamental  pembangunan  segala  peraturan  yang

                                                                                                         7
             berhubungan dengan pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah Pasal 18 UUPA,
             yang  menyatakan  bahwa  “untuk  kepentingan  umum,  termasuk  kepentingan  bangsa  dan
             negara serta kepentingan bersama dari rakyat, hak-hak atas tanah dapat dicabut, dengan
             memberikan  ganti  kerugian  yang  layak  dan  menurut  cara  yang  diatur  dengan  undang-

                      8
             undang”. Pasal ini bermakna jaminan bagi rakyat mengenai hak-haknya atas tanah. Penca-
             butan dimungkinkan tetapi diikat dengan syarat – syarat misalnya harus disertai pemberian
             ganti kerugian yang layak dengan demikian pengadaan tanah menjadi cara negara untuk

             memenuhi kebutuhan tanah guna penyelenggaraan pembangunan.




                4 (Asas-asas  Hukum  Agraria/Penyediaan  Tanah  untuk  Pembangunan).Makalah  Kuliah  Hukum  Agraria,  FH-UI,
             2001.hlm. 76.
                5  Contoh Kasus pembangunan waduk irigasi di Kedungombo putusan Mahkamah Agung Nomor 2263/K/PDT/1991
             Tanggal 20 Juli 1990 Jo Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 650.PK/PDT/1994 Tanggal 29 Oktober
             1994. Yaitu masalah pembebasan tanah khususnya untuk kepentingan pembangunan.
                6  Abdurahman.Masalah  Pencabutan  Hak-Hak  Atas  Tanah  Pembebasan  Tanah  dan  Pengadaan  Tanah  Bagi
             Pelaksanaan Pembanguan Utuk Kepentingan Umum, hlm. 17.
                7 Gunanegara, Rakyat dan Negara Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan, Cetakan 1 Jakarta : Tatanusa,
             2008hlm. 15
                8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan atas Tanah dan Benda-benda yang Ada di Atasnya LN
             Republik Indonesia Tahun 1961 Nomor 288.
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351