Page 529 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 529

Wahyu Prawesthi & Nur Handayati: Analisis Yuridis Pemberian Ganti Rugi ...     521


                  Ketiga,  mengenai  konsep  penerapan  konsiyasi  yang  keliru  dalam  Peraturan  Presiden
             Nomor 36 Tahun 2005 sebagaimana yang telah diubah dalam Peraturan Presiden Nomor 65
             Tahun 2006.  Bahwa konsinyasi yang diterapkan pada Pasal 10 ayat (2 dan 3) Perpres 36/2005
             sebagaimana yang telah diubah dalam Perpres 65/2006 berbeda dengan konsinyasi yang di

             atur  dalam  Pasal  1404  KUHPerdata  dan  Pasal  1405  KUHPerdata.  Perbedaan  mendasar
             diantara  keduanya  adalah  jika  dalam  KUHPerdata  konsinyasi  dapat  dilakukan  jika
             sebelumnya terdapat hubungan hukum antara para pihak. Sedangkan dalam Perpres justru

             sebaliknya, konsinyasi diterapkan disaat kesepakatan antara para pihak tidak tercapai, tidak
             ada hubungan hukum sama sekali diantara para pihak tersebut.
                  Ada  beberapa  pendapat  yang  berbeda  dalam  pemberian  ganti  rugi  antara  lain
             disampaikan  oleh  Gunanegara    yang  menyatakan  bahwa  tidaklah  tepat  Pasal  1404

             KUHPerdata dan Pasal 1405 KUHPerdata dijadikan dasar analogi sebagaimana dianut oleh
             Pasal 10 Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 sebagaimana yang telah diubah dalam
             Peraturan  Presiden Nomor  65 Tahun 2006, dengan alasan yuridis bahwa ketentuan pasal
             1404 KUHPerdata dan pasal 1405 KUHPerdata adalah : 1). pengaturan untuk utang piutang

             dan tidak untuk pembayaran ganti rugi dalam rangka pengadaan tanah; 2). bahwa proses
             ganti  rugi  tidak  ditetapkan  sebelumnya  dalam  perjanjian  tertulis,  tetapi  menggunakan
             mekanisme musyawarah yang apabila tercapai kata sepakat baru dirumuskan dalam Berita
                                         9
             Acara Penetapan Gant Rugi.
                  Sementara itu, menurut Syafruddin Kalo, bahwa lembaga konsinyasi memperlihatkan
             adanya  pemaksaan  kehendak  oleh  panitia  pengadaan  tanah,  serta  mengabaikan  prinsip
             kesetaraan antara pemegang hak atas tanah dengan pihak yang memerlukan tanah. Terlepas

             dari beberapa perbedaan antara kedua Perpres yang sudah penulis utarakan sebelumnya,
             bahwa fokus permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini, yakni terkait dengan pengaturan
             ganti rugi dalam peraturan perundang-undangan yang baru. Apabila dicermati secara serius
             dari  sudut  pandang  aspek  pengaturan  mengenai  ganti  kerugian,  terdapat  beberapa  hal

             mengenai  ketentuan  pengaturan  ganti  rugi  yang  terdapat  pada  peraturan  tersebut,  yakni
             mengenai acuan dalam menentukan harga hak atas tanah yang akan diberikan sebagai nilai
                                                                10
             atau besaran ganti rugi kepada pihak yang berhak.
                  Di sisi yang lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, Peraturan Presiden Nomor 71
             Tahun  2012,  maupun  Peraturan  Kepala    BPN Nomor 5  Tahun  2012,  ternyata  kurang  jelas
             diatur  mengenai  dasar  acuan  dalam  menentukan  nilai  atau  besaran  harga  tanah.  Dalam
             Peraturan Presiden Nomor  71 Tahun 2012 misalnya, pernyataan yang mendekati mengenai

             dasar acuan dalam menentukan besaran ganti rugi ada pada Pasal 56 ayat (4) Pasal 57 ayat




                9  Gunanegara, Rakyat Dan Negara Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan,  Cetakan Pertama,
             (Jakarta: Tatanusa, 2008), hal. 227.
                10  Syafruddin Kalo, Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum,  Cetakan Pertama,
             (Jakarta: Pustaka Bangsa, 2004), hal. 109
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534